Hipmi: Investor Tidak Lagi Wait and See - DAMPAK POSITIF PERTEMUAN JOKOWI-PRABOWO

Jakarta-Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan, pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menimbulkan konfiden yang besar di kalangan dunia usaha dan pasar. Dia merasa optimis pertemuan itu akan membawa sentimen positif di pasar saham dan nilai tukar pekan depan. Sementara itu, Jokowi-Ma’ruf memaparkan visi misi Indonesia masa depan di hadapan para relawan di Sentul, kemarin (14/7)

NERACA

"Kita dari dunia usaha menyambut baik. Kita optimistis investor tidak lagi wait and see. Investor dan pasar kan lihat bahwa ternyata politik kita sudah matang. Demokrasi kita juga sudah proven," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Minggu (14/7).

Dia optimis investor akan memiliki keyakinan yang kuat untuk masuk dan berinvestasi ke Indonesia. Selama ini, investor masih menunggu menyusul lamanya Pilpres dan tahap-tahapannya sejak tahun lalu. HIPMI memuji kenegarawanan kedua pemimpin sehingga situasi menjadi lebih adem dan kondusif.

Menurut dia, pertemuan keduanya sangat tepat dan belum terlambat. Sebab, tahap-tahapan pemilu sudah selesai. Secara resmi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Presiden terpilih 2019-2024. "Timing-nya sudah tepat. Belum terlambat. Apalagi Presiden Jokowi akan menyampaikan pidatonya tentang visi Indonesia ke depan," ujarnya.

Bahlil mengatakan, agar investor dan pasar sepenuhnya optimis, berbagai perbaikan regulasi dan iklim usaha harus secara mendasar dilakukan perbaikan. "Kita hadapi masalah current account deficit (CAD), sebagai cerminan belum produktifnya industri didalam negeri. Produksi migas kita rendah. Kemandirian energi masih lemah. Akibatnya kita sangat tergantung pada impor, sehingga CAD kita tinggi," ujarnya seperti dikutip merdeka.com.

Secara terpisah, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pasangan Presiden-Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin akan menjabarkan visi nasional yang merupakan gambaran program kerja mereka pada masa bakti 2019-2024 seperti dijadwalkan dalam agenda Syukuran Nasional 2019 di Sentul International Convention Center, kemarin (14/7). "Presiden juga akan menyampaikan, nanti sore (kemarin-red.), nanti akan dilihat saja, visi bapak presiden sebagai presiden terpilih di dalam mengisi mandat lima tahun ke depan," ujarnya di PKN STAN, Tangerang, Minggu (14/7).

Menurut Sri Mulyani, salah satu visi utama yang bakal diteruskan oleh Jokowi adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, Jokowi akan fokus pada peningkatan kegiatan investasi dan peningkatan daya saing Indonesia sehingga mampu meningkatkan ekspor dan membangun industri.

"Dan peningkatan competitiveness (daya saing) Indonesia agar kita mampu meningkatkan ekspor dan membangun industri kita sehingga kita mampu menjadi negara maju. Itu adalah suatu visi yang harus kemudian kita terjemahkan dalam kebijakan dan tentunya putusan-putusan," ujarnya.

Visi Misi Jokowi-Ma’ruf

Adapun visi Jokowi-Ma'ruf mengutip laman kpu.go.id adalah “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong". Visi ini diartikan di mana saat Indonesia telah sungguh-sungguh berdaulat, mandiri, dan berkepribadian yang diwujudkan dengan kerja gotong royong,maka saat itulah Indonesia telah menjadi Indonesia Maju sesuai pada cita-cita kemerdekaan yang tertuang pada pembukaan UUD 1945.

Upaya dalam mewujudkan visi Jokowi-Ma'ruf ditempuh melalui sembilan misi, penjabaran visi dan misi ini tertuang pada berkas visi misi Jokowi-Ma'ruf yang terdiri dari 38 halaman. Pada tiap misinya terdapat program-program sebagai berikut:

-Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia yang mencakup mengembangkan sistem jaringan gizi dan tumbuh kembang anak, mengembangkan reformasi sistem kesehatan, mengembangkan reformasi sistem pendidikan, merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

-Menumbuhkan Kewirausahaan melalui penguatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

-Struktur Ekonomi Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing dengan cara memantapkan penyelenggaraan sistem ekonomi nasional yang berlandaskan Pancasila, meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan infrastuktur, melanjutkan revitalisasi industri dan infrastruktur pendukungnya untuk menyongsong revolusi industri 4.0., mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru, mempertajam reformasi struktural dan fiskal, dan mengembangkan reformasi ketenagakerjaan

-Pembangunan Yang Merata dan Berkeadilan melalui redistribusi aset demi pembangunan berkeadilan, mengembangkan produktivitas dan daya saing UMKM Koperasi, mengembangkan ekonomi kerakyatan, mengembangkan reformasi sistem jaminan perlindungan sosial, melanjutkan pemanfaatan dana desa untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan di pedesaan, mempercepat penguatan ekonomi keluarga, dan mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk pemerataan pembangunan antar wilayah.

-Mencapai Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan melalui pengembangan kebijakan tata ruang terintegrasi, mitigasi perubahan iklim, dan penegakan hukum/rehabilitasi lingkungan hidup.

-Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa mencakup pembinaan ideologi Pancasila, revitalisasi revolusi mental, restorasi toleransi dan kerukunan sosial, mengembangkan pemajuan seni-budaya, meningkatkan kepeloporan pemuda dalam pemajuan kebudayaan, dan mengembangkan olahraga untuk tumbuhkan budaya sportifitas dan berprestasi.

-Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya dengan melanjutkan penataan regulasi, melanjutkan reformasi sistem dan proses penegakan hukum, Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Penghormatan,Perlindungan,dan Pemenuhan HAM, dan mengembangkan budaya sadar hukum.

-Perlindungan Bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Warga dengan melanjutkan haluan politik luar negeri yang bebas aktif, melanjutkan transformasi sistem pertahanan yang modern dan TNI yang Profesional, melanjutkan reformasi keamanan dan intelijen yang profesional dan terpercaya.

-Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya mencakup Aktualisasi Demokrasi Pancasila, Mengembangkan Aparatur Sipil Negara yang Profesional, Reformasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, dan Akuntabilitas Birokrasi, Reformasi Kelembagaan Birokrasi Yang Efektif dan Efisien, Percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, dan Reformasi Pelayanan Publik.

-Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan mencakup Menata Hubungan Pusat Dan Daerah Yang Lebih Sinergis, Meningkatkan Kapasitas Daerah Otonom dan Daerah Khusus/Daerah Istimewa dalam Pelayanan Publik dan Peningkatan Daya Saing Daerah, dan Mengembangkan Kerjasama Antar Daerah Otonom dalam Peningkatan Pelanyanan Publik dan Membangun Sentra-Sentra Ekonomi Baru. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Aplikasi Mobile InvestASIK - DIM Bidik Investor Potensial dari Milenial

NERACA Jakarta – Mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam percepatan literasi keuangan di kalangan anak muda, khususnya industri pasar…

Lagi, BEI Bakal Lelang Kursi Anggota Bursa

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melelang dua kursi kosong Anggota Bursa (AB) yang ditinggalkan oleh PT Merrill Lynch…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

AKIBAT KENAIKAN IMPOR NONMIGAS - NPI Defisit US$63,5 Juta di Juli 2019

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, data neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juli 2019 terjadi defisit US$ 63,5 juta, yang merupakan…

Presiden Diminta Cermat dan Hati-Hati Pilih Menteri

NERACA Jakarta - Pengamat hukum tata negara dari Universitas Jember Bayu Dwi Anggono berpendapat Presiden Joko Widodo harus berhati-hati dan…

PENDAPAT SEJUMLAH PRAKTISI DAN PENGAMAT PERPAJAKAN: - Kebijakan Tax Amnesty Jilid II Belum Perlu

Jakarta-Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah dan kalangan pengamat perpajakan meminta agar pemerintah memikirkan ulang…