Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online masyarakat Indonesia akan meningkat menjadi 83% dari total pengguna internet atau meningkat sekitar 9% dibanding penetrasi belanja online di 2017-2018. ShopBack, platform gaya hidup yang mengkurasi ecommerce serta mendorong masyarakat untuk dapat belanja online dengan cara hemat dan cermat, melihat industri ecommerce di Indonesia pada 2019 akan semakin terarah dan semakin berkembang.

Melihat menjamurnya pasar e-commerce, tentunya menjadi kabar gembira bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) bahwa sarana digital untuk memperluas pemasaran pun semakin besar, terbuka lebar dan mestinya bisa dimanfaatkan maksimal. Namun demikian, pelaku IKM juga dituntut untuk terus meningkatkan daya saing yang berkelanjutan agar levelnya meningkat. Maka untuk mendorong daya saing, inovasi dan go digital menjadi keharusan bagi pelaku IKM untuk bisa bersaing, unggul dan diterima pasar yang semakin dinamis. Berangkat hal tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) mendorong IKM berdaya saing global menuju revolusi industri 4.0.

Menurut Dirjen IKMA, Kemperin Gati Wibawaningsih mengatakan, salah satu permasalahan Making Indonesia 4.0 adalah ketertinggalan UMKM dalam pemanfaatan teknologi. Dirinya pun berharap, pasar e-commerce menjadi gerbang pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital. Robbi Ibadi, founder dari Kingsmith merasakan betul pemanfaatan e-commerce dalam memasarkan produknya dengan terus berinovasi. Pasalnya, kata Robbi, jantung produk IKM adalah inovasi. Tanpa itu, IKM akan berhenti karena persaingan ketat. Hal inilah yang ditunjukkan oleh produk tas berlabel Kingsmith produksi buatannya. Berada di ranah fesyen yang mesti bersaing dengan produk impor tidak membuat Kingsmith gentar. Pasalnya produk ini menawarkan keunggulan berupa smart backpack.

Disampaikannya, saat ini eranya smart product. Mulai dari smartphone, smartwatch hingga smarthome. Namun dirinya melihat belum ada tas merek lokal yang memiliki produk smartbackpack. “Oleh karena itu, saya membangun Kingsmith, produk tas pintar bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Robbi, inovasi tas pintar juga menjawab masalah, terutama para milenial yang menginginkan produk tas multifungsi. Oleh karena itu, dia menghadirkan tas dengan fitur berbasis teknologi, yaitu slot USB sebagai saluran isi daya ponsel. “Terobosan yang kami lakukan, selain fitur slot USB, adalah bahan anti-air dan teknologi panel surya,” ujarnya.

Ya, berkat inovasi yang dia lakukan, maka produk yang dirintis sejak 2016 ini pun berhasil meraih juara kedua pada ajang The Big Start (TBS) 2018 yang digelar oleh Blibli.com. Sebagai pelaku IKM, Robbi meyakini, inovasi ini akan memperbesar peluang pasar. “Saya yakin produk dengan kejelasan fungsi yang dimanfaatkan konsumen akan mendapatkan keuntungan positif,” paparnya.

Dirinya bercerita, pengembangan usaha tas Kingsmith ini dimulai dari hobinya mengoleksi produk tas. Dari sanalah dia menemukan masalah saat menggunakan tas, yaitu dalam hal kualitas, ruang dan fitur. Dari situ terbersit ide untuk mendesain tas pintar yang bisa digunakan sehari-hari dengan bahan yang anti air, dan punya fitur teknologi.“Saya melihat bahwa smartbagpack itu sudah ada, tetapi produk dari luar negeri. Dari sana terpikir kenapa tidak memproduksi sendiri,” ujarnya.

Meski tidak memiliki latar belakang khusus di bidang desain, tetapi Robbi mengaku mempelajari desain tas secara otodidak. Dia juga belajar dari temannya yang sudah terlebih dahulu merintis usaha di bidang fesyen tas. Dengan modal awal sekitar Rp 10 juta Robbi pun mulai memproduksi tas pintar yang dia inginkan di Rawamangun, Jakarta. Untuk bahan bakunya melalui perpaduan dari lokal dan impor, terutama untuk solar panel.

Keunggulan dari desain tas ini adalah bahan baku yang digunakan anti air dengan desain yang menarik. Lalu ada fitur teknologi berupa port USB untuk daya isi ulang baterai ponsel pintar. Terakhir adalah teknologi panel surya. Menurut Robbi, pihaknya memanfaatkan kondisi geografis Indonesia sebagai negara tropis yang punya tingkat panas 10 kali lipat daripada Eropa.

Dikenal Masyarakat

Dirinya mengungkapkan, sejak mengikuti program The Big Start 2018 yang diinisiasi Blibli.com banyak keuntungan yang didapat. Selain membuat percaya diri dan dikenal luas masyarakat juga bisa berkolaborasi, berbagi pengalaman dan memperkuat story dari produk yang sudah dimiliki, menemukan diferensiasi produk dan tentunya punya channel untuk jualan dengan skala yang lebih besar. “Di The Big Start Indonesia tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pelatihan mengenai marketing, branding, dan sosial media, menerima saran dan kritik yang membangun dari para juri, dan tentunya bisa tukar dan belajar dari pengalaman sesama peserta. Gak ketinggalan, pemenang The Big Start Indonesia bisa mendapatkan kesempatan untuk dapet investasi Rp 1 miliar,”kata Robbi.

Hal senada juga disampaikan Fathurohman Alwathoni. Pengalamannya mengikuti TBS membuat dia semakin tahu bagaimana mengelola bisnis. Dia menjadi lebih tahu informasi dan pengalaman baru dalam menghadapi tantangan dunia bisnis. Founder Gaba-gaba yang merupakan produsen handcraft dari kulit ini mengatakan bahwa sebagai seorang pekerja seni, untuk produk sebenarnya sudah selesai. Namun, lemah dalam sisi pengelolaan dan marketing. Sehingga ketika dua tahun lalu mengikuti TBS itu membuat usahnya menjadi lebih berkembang.

Pengakuan senada diungkapkan Ocha Faarisa yang merupakan Founder Faarisa Moslem Wear. Salah satu yang dia rasakan adalah setelah produknya masuk e-commerce terutama Blibli.com. Kesempatannya menjadi lebih besar untuk produk-produk lokal dikenal lebih luas.Arlin Chondro, juara pertama The Big Start Indonesia dengan brand Peek.Me yang membuat produk dari bahan alami dan organik membenarkan, selama mengikuti program The Big Start season pertama banyak pengalaman dan ilmu yang didapat dalam membantu megembangkan Peek.Me Naturals. “Saya berharap Blibli.com akan terus mempertahankan program The Big Start Indonesia sehingga akan lebih banyak pengusaha perintis yang mendapat manfaatnya,”tuturnya.

Tiap tahunnya, peserta The Big Start Indonesia terus meningkat. Hal ini menujukkan respon positif dan antusias yang cukup besar dari masyarakat. Kata Kusumo Martanto, CEO Blibli.com, hadirnya The Big Start Indonesia merupakan dukungan perseroan guna memacu para creativepreneur khususnya generasi muda asal Indonesia agar dapat terus menelurkan inovasi produk, mengasah kreativitas, hingga menambah banyak pengalaman menarik dalam menjalankan digital platform yang berguna untuk kemajuan bisnisnya.”Dukungan Blibli.com untuk para creativepreneur bukan hanya sekadar ucapan komitmen tapi benar diwujudkan dalam sebuah tindakan memajukan industri kreatif di Indonesia serta memberikan ruang untuk memberdayakan industri kecil menengah lokal asli Indonesia agar usahanya semakin meningkat dan dapat memaksimalkan platform digital yang kian marak untuk menunjang pengembangan usahanya. Maka dari itu, terwujudlah program kompetisi The Big Start Indonesia,”tegasnya.

Saat ini para pelaku industri kecil menengah di Indonesia ada sebanyak 90% yang belum seluruhnya menjalankan usahanya dengan menggunakan platform digital, namun peningkatan pengguna dengan medium digital terus meningkat seiring peningkatan tren kenaikan jumlah pengguna internet dan juga media sosial terutama dikalangan usia milenial. Sementara Lay Ridwan Gautama, Senior Vice President of Trade Partnership Blibli.com menambahkan, program TBS bukan saja tentang cara menjual yang baik, di sini juga ada banyak pengetahuan yang bisa didapatkan oleh para pelaku usaha kreatif agar bisnisnya dapat bertahan di tengah maraknya perkembangan platform digital.

Kata Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, pihaknya menyambut baik eksistensi Blibli.com menggelar TBS tiap tahunnya dalam membantu pengembangan bisnis IKM. Apalagi, pemerintah Jawa Barat dan Blibli.com sudah lama menjalin kemitraan dalam memberikan berbagai pelatihan bagi UMKM Jawa Barat. Kesuksesan yang dicapai UMKM secara digital akan berkontribusi pada realisasi target Pemprov Jabar dalam memajukan 5.000 UMKM.”Dengan demikian mendukung target Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020," jelas Iwa.

Sejak berdiri di 2011, Blibli.com sudah membantu UMKM di seluruh Indonesia, termasuk Jabar, untuk go online. Saat ini, sudah ada lebih dari 3.000 UMKM Jabar yang tergabung di Blibli.com per kuartal II 2019, naik 125% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Untuk tahun ini, melaluiTBS Season 4 ini, Blibi.com juga memfasilitasi para pengusaha kreatif menjawab tujuh tantangan yang kerap dihadapi saat mengembangkan usaha. Ketujuh tantangan ini adalah pemasaran, permodalan, jaringan, sistem teknologi, pengetahuan bisnis, penggunaan platform online, serta kreativitas dan inovasi.

BERITA TERKAIT

Difasilitasi, IKM Furnitur Sukoharjo Tembus Pasar AS

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin aktif memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas…

Investasi di IKEA Bikin Jeblok Kinerja HERO

Emiten peritel modern, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan laba di semester pertama 2019 sebesar Rp 7,9 miliar atau turun…

Tantangan Periode Kedua

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Putusan MK telah memenangkan Jokowi - Ma’ruf dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…