BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut - Penjelasan Belum Memuaskan

NERACA

Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas obligasi yang terbitkan, namum hal tersebut belum dirasakan puas oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Alhasil, pihak BEI belum bisa mengambil keputusan dan termasuk mencabut suspensi saham KIJA.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya masih akan meminta penjelasan lagi dari KIJA. Pasalnya, penerbitan global bonds kan tidak di pengendali yang sekarang dan krenanya BEI kembali akan meminta penjelasan KIJA. “Kita masih akan mempelajari lagi informasi mengenai klausul penerbitan global bonds tersebut dan juga melihat bagaimana definisi pergantian pengendali ini, apakah sesuai atau tidak,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pencabutan suspensi belum dapat dilakukan karena informasi yang disampaikan Jababeka belum cukup kuat.”Kita tunggu dulu. Hearing lebih banyak pertanyaan. Kita dalami lagi beberapa hal, termasuk yang jadi concern kita, pengendali dari sisi apa. Kita juga bikin pertanyaan (perihal) kesepakatan yang ada,"kata Yetna.

Sebagai informasi, pada Kamis (11/07) kemarin, Jababeka telah mengeluarkan keterbukaan informasi yang menjelaskan kronologis peristiwa sehingga akhirnya menyatakan ada risiko mengalami gagal bayar.Pihaknya menyampaikan, risiko gagal bayar tersebut terjadi setelah ada perubahan kepengurusan dalam internal perusahaan. Dengan adanya hal itu, Jababeka berkewajiban untuk membeli kembali notes senilai US$300 juta.

Perusahaan mengungkapkan, tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian tersebut dan akan berada dalam keadaan lalai atau default. Sebelumnya analis Bahana Sekuritas, Muhamad Wafi pernah bilang, potensi gagal bayar oleh surat utang anak perusahaan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) masih jauh dari potensi kepailitan.

Dirinya menuturkan, Jababeka memiliki beberapa opsi untuk menyelesaikan pembellian kembali (buyback) obligasi global senilai US$ 300 juta. Caranya dengan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan mengajukan beberapa opsi dengan mengagunkan lahan yang dimiliki perseroan atau memperpanjang jatuh tempo obligasi.

Wafi juga menyebut, dari sisi rating sebetulnya obligasi ini tidak ada masalah. Begitu juga halnya dari sisi kinerja perseroan, kata Wafi, operating revenue dan penjualan lahan KIJA cukup baik. “Masih jauh sampai ke pailit, ini kan masalahnya harus dipaksa buyback padahal gak ada duit. KIJA harus RUPO, dari RUPO mereka bisa mengajukan beberapa opsi, misalkan mengagunkan lahan,"tandasnya.

Sementara Associate Director Fixed IncomePT Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Marutho mengatakan, kepercayaan pelaku pasar meredup lantaran pengumuman kemungkinan gagal bayar ini diumumkan secara tiba-tiba oleh KIJA.”Perusahaan yang menyatakan gagal bayar atau sudah gagal bayar itu mengganggu trust pasar. Jadi harus diselidiki awal masalahnya apa ada, mungkin dari pemegang saham jadi beberapa yang tidak sepakat," tuturnya.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…