INOV Bikin Proyek Percontohan di Lima Kota - Kembangkan Platform Online

NERACA

Jakarta - Mengantungi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 152 miliar, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) melalui anak perusahaan baru akan mengembangkan platform online yang dapat mengumpulkan botol plastik secara massal dari seluruh wilayah di Indonesia.

Kata Direktur Inocycle Technology Group, Suhendra Setiadi, aplikasi yang dikembangkan tersebut berupa aplikasi plastic pay dan nantinya akan memasok kebutuhan bahan baku di pabrik perseroan. Bila tidak ada aral melintang, perseroan menargetkan aplikasi ini dapat beroperasi paling lambat kuartal IV/2019. “Perseroan berencana melakukan proyek percontohan di 5 kota yang lokasinya berdekatan dengan pabrik,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, investasi untuk pengembangan platform online tersebut sebesar Rp 45,60 miliar atau 30% dari dana hasil IPO. Sebagai informasi, saat ini perseroan memiliki sejumlah pabrik yang berlokasi di Karang Anyar berkapasitas 10.200 ton per tahun, Mojokerto 8.250 ton per tahun, Tangerang 850 ton per tahun. Tiga pabrik tersebut memproduksi serat stapel poliester dari produk daur ulang yang bahan bakunya menggunakan PET botol plastik yang telah dicacah.

Adapun 2 pabrik lainnya berlokasi di Kabupaten Semarang dan Banyuasin. Kedua pabrik untuk memproduksi produk non woven (bukan tenunan) yang bahan bakunya berasal dari serat stapel poliester."Dengan hasil IPO, kami bisa ekspansi. Namun, kami harus secure raw material. Untuk itu kami mendirikan PT Plastic Pay," katanya.

Lebih lanjut, pada 2019, perseroan mengincar penjualan dapat tumbuh 30% secara tahunan atau mencapai Rp514,32 miliar. Pada 2018, penjualan fiber mendominasi penjualan sebesar Rp299,49 miliar atau 75,70% terhadap total penjualan sebesar Rp395,63 miliar. Kontribusi penjualan lainnya berasal dari segmen non woven 16,60%, homeware 7,30%, dan lainnya 0,40%.

Direktur Utama Inocycle Technology Group Tbk, Jaehyuk Choi pernah bilang, tahun ini perseroan menargetkan bisa meningkatkan penjualan sampai 50% serta laba usaha 80%. Disampaikannya, laba bersih perseroan pada 2018 sebesar Rp16,04 miliar atau naik 5,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun laba bersih pada 2017 yakni Rp15,26 miliar.

Choi mengatakan bahwa pertumbuhan itu diikuti dengan naiknya laba kotor 47,1%, laba usaha 55,1% dan laba sebelum pajak 9,4%.”Kemampuan pengembangan produk kapabilitas produksi dan rekam jejak inovasi merupakan salah satu keunggulan kami dibandingkan dengan pesaing. Kami akan berkembang lebih lanjut dan yakin tren penggunaan fiber daur ulang akan meningkat,”ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…