Presiden Jokowi Minta Polri Tingkatkan Kualitas SDM

Presiden Jokowi Minta Polri Tingkatkan Kualitas SDM

NERACA

Jakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Mengakhiri amanat ini, saya akan menyampaikan instruksi sebagai pedoman melaksanakan tugas. Pertama, terus tingkatkan kualitas SDM Polri guna menghadapi tantangan tugas semakin kompleks," kata Presiden di lapangan Monas Jakarta, Rabu (10/7).

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-73."Kedua, kedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis. Ketiga, terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah dan cepat," kata Presiden.

Keempat agar Polri meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum serta memberikan rasa adil kepada masyarakat."Kelima, perkuat koordinasi dan lembaga, TNI, kementerian dan pemerintah daerah serta masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial," tegas Presiden.

Presiden atas nama rakyat, bangsa dan negara juga mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-73."Saya yakin Polri akan terus bekontribusi dalam membangun negara. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras serta pengabdian Polri dalam memelihara keamanan, ketertiban, menegakkan hukum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Presiden.

Presiden selanjutnya mengajak peserta upacara untuk berdoa bagi setiap personel Polri yang cidera dalam tugas diberi kesembuhan."Marilah kita berdoa semoga personil polri yang gugur dalam menjalankan tugas diberi tempat terbaik di sisi Tuhan YME, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," ungkap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan istri, Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin dan istri.

Selanjutnya Wakil Presiden 2009-2014 Boediono, Wakil Presiden 1993-1998 Try Sutrisno, istri dari Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid Sinta Nuriyah Wahid, para menteri kabinet kerja, para tokoh agama dan masyarakat serta pensiunan Polri dan TNI.

Acara puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-73 diselenggarakan pada 10 Juli 2019 meski hari Bhayangkara jatuh pada 1 Juli. Upacara tersebut diundur menjadi tanggal 10 Juli dikarenakan sebelumnya para personel masih bertugas mengamankan rangkaian Pilpres 2019.

Upacara melibatkan hampir 4 ribu personel, 4 resimen dan 13 batalyon baik dari Polri, TNI maupun komponen masyarakat. Rangkaian acara terdiri dari parade dan berbagai peragaan kemampuan personel seperti drum band gabungan taruna TNI Polri, rampak gendang gabungan, parade marching band Polwan, terjun payung dari 22 anggota Polri dan TNI, 7 helikopeter, Baharkam Polri melakukan flying pass, hingga pemberian penghargaan kepada anggota Polri dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi dalam rangka menjaga keamanan NKRI. Ant

BERITA TERKAIT

RUU Perkoperasian Harus Bisa Diselesaikan

RUU Perkoperasian Harus Bisa Diselesaikan NERACA Jakarta - Pengamat koperasi Suroto menegaskan, tantangan bagi Menteri Koperasi dan UKM yang baru…

PoliticaWave: Jokowi Menang Pilpres 2019 Karena Tetap Fokus

PoliticaWave: Jokowi Menang Pilpres 2019 Karena Tetap Fokus NERACA Jakarta - Istilah buzzer kembali ramai diperbincangkan di media sosial dalam…

PoliticaWave : Media Sosial Harus Digunakan Secara Bijaksana

PoliticaWave : Media Sosial Harus Digunakan Secara Bijaksana NERACA Jakarta - Terry Flew, Professor of Communication and Creative Industries, Queensland…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

BPOM Temukan 4.063 Situs Jual Obat Tidak Sesuai Ketentuan

BPOM Temukan 4.063 Situs Jual Obat Tidak Sesuai Ketentuan NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menjaring…

Ketum SOKSI: Indonesia Perlu UU Keamanan Nasional

Ketum SOKSI: Indonesia Perlu UU Keamanan Nasional NERACA Jakarta - Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ali Wongso…

Pengamat: Jokowi Hadapi Tantangan Pemberantasan Korupsi Cukup Berat

Pengamat: Jokowi Hadapi Tantangan Pemberantasan Korupsi Cukup Berat NERACA Jember, Jawa Timur - Pengamat hukum Universitas Jember Dr Bayu Dwi…