Diskopdagrin Kota Sukabumi Siap Lakukan Tera Ulang

Diskopdagrin Kota Sukabumi Siap Lakukan Tera Ulang

NERACA

Sukabumi - UPT Metrologi legal Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi menyatakan bahwa pasar tradisional dan modern untuk melakukan tera ulang semua peralatan ukur Timbang, Takar dan Perlengkapan yang digunakan transaksi. Hal itu menyusul adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang tera di Kota Sukabumi disahkan.

"Selain Perda, kita juga sudah dilengkapi dengan sumber daya manusia untuk melakukan tera ulang ke semua pasar tradisional dan modern atau semua transaksi yang menggunakan alat timbang atau sejenisnya," ujar Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi Heri Sihombing kepada Neraca, kemarin.

Selain itu juga lanjut Heri, pihaknya pun telah dibentuknya UPT Metrologi Legal beserta perlengkapan dan penerapannya. Sehinga saat ini, Kota Sukabumi tidak lagi meminjam peralatan ke daerah lain saat melakukan tera ulang UTTP.

"Alhamdulilah, dengan dibiayai dana dari DAK sekitar Rp500 juta semua kebutuhan untuk melakukan kegiatan tersebut, seperti alat-alat dan perlengkapan lainya sudah terpenuhi. Sehingga kami siap untuk melakukan tera ulang," aku Heri.

Diakui Heri, setelah Perda disahkan, pihaknya sudah nmelakukan tera ulang kel apangan, salah satunya di SPBU. Untuk itu lanjut Heri, setelah sosialisasi tuntas kepada masyarakat, tentunya segera akan menyisir ke pasar tradisional dan modern yang ada di Kota Sukabumi.

Kemudian Heri juga menghimbau, kepada masyarakat atau para pedagang yang menggunakan timbangan, takar dan alat ukur sebagainya, untuk melakukan tera ulang. Agar alat ukur yang digunakannya memiliki keakuratan yang sesuai dengan aturan."Kota Sukabumi sudah punya unit metrologi daerah. Maka segeralah lakukan tera ulang. kami akan fasilitasi," pungkasnya.

Bagi pedagang yang tidak melakukan tera ulang UTTP, terancam pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi. Sanksinya pidana paling lama satu tahun atau denda senilai satu juta rupiah bagi pedagang yang tidak melakukan tera ulang UTTP. Arya

BERITA TERKAIT

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” - Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020 NERACA Jakarta - Layanan konten hiburan digital Asia…

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama  NERACA Jakarta – Tren suksesi kepemimpinan nampaknya sedang marak dilakukan oleh berbagai…

Prof. Rajab Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Universitas Moestopo

Jakarta-Pakar komunikasi Prof. Dr. Rajab Ritonga mengungkapkan, saat ini belum ada standar pendidikan calon wartawan yang rigid. Siapapun boleh menjadi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

StickEarn dan Ming Berkolaborasi Rajai Pasar Videotron Berjalan Indonesia

StickEarn dan Ming Berkolaborasi Rajai Pasar Videotron Berjalan Indonesia  NERACA Jakarta - StickEarn, startup teknologi periklanan yang mentransformasi sarana transportasi…

Cipta Karya Serahterimakan Hibah BMN Senilai Rp1,58 Triliun

Cipta Karya Serahterimakan Hibah BMN Senilai Rp1,58 Triliun NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR kembali melakukan…

Pertamina EP Rantau Field Raih Padmamitra Award

Pertamina EP Rantau Field Raih Padmamitra Award   NERACA Aceh - PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor…