Menyerang dan Menyeberang

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo

Catatan menarik dari hajatan pesta demokrasi ternyata ada dua hal, yaitu menyerang dan menyeberang. Mengapa demikian? Kilas baliknya bisa terlihat dari adanya dua kubu di hajatan pesta demokrasi. Paling tidak, mereka yang bersikap oposisi akan terus berusaha menyerang petahana sementara di sisi lain mereka yang bersikap koalisi juga akan terus berusaha membela petahana. Dualisme ini menjadi menarik dan mewarnai kehidupan demokrasi sehingga roda pemerintahan menjadi berwarna. Meski demikian tidak berarti kemudian antara koalisi dan oposisi terus berseberangan karena sejatinya tidak pernah ada musuh abadi dalam kehidupan politik dan demokrasi.

Yang juga menarik bahwa pasca kisruh pesta demokrasi yang akhirnya terbawa juga ke MK kemudian memicu kontroversi. Padahal, sukses dari pesta demokrasi harusnya bisa menjadi muara terhadap suksesi kepemimpinan, sementara di sisi lain berlarutnya pesta demokrasi justru rentan memicu konflik dan kemudian berdampak terhadap panasnya iklim sospol. Imbas dari situasi ini jelas akan berpengaruh terhadap arus investasi dan juga realisasinya. Oleh karena itu, beralasan jika kemudian situasi ini memicu sentimen negatif dan perilaku investor cenderung wait and see. Padahal, jika sengketa pilpres lalu tidak mencapai titik temu dan putusan MK tidak mencerminkan keadilan maka bukan tidak mungkin jika sitausinya akan terus memanas dan wait and see bisa berubah juga menjadi wait and worry yang tentu dampaknya akan sistemik dan kompleks.

Perubahan dari wait and see ke wait and worry jelas akan membawa berbagai ancaman dan konsekuensi yang tidak mudah. Setidaknya dunia internasional akan menyoroti iklim sospol dalam negeri dan tentu bukan tidak mungkin mitra bilateral - multilateral akan mengeluarkan travel warning sehingga berimplikasi terhadap perekonomian dalam negeri. Padahal, perbaikan kinerja perekonomian jelas membutuhkan peran dukungan dari mitra bilateral dan multilateral.

Setidaknya, sengketa perang dagang AS - Tiongkok telah memberikan pelajaran betapa konflik bisa berdampak sistemik terhadap kondisi ekonomi – bisnis – sospol. Jadi, beralasan jika kemudian pasca putusan MK munculah harapan adanya rekonsiliasi nasional setidaknya untuk menyatukan kembali kedua kubu yaitu 01 dan 02. Sayangnya, gaung belum bersambut meski Jokowi telah berulang kali mengajak Prabowo untuk bertemu dan bersilaturahim.

Fakta lain yang juga menarik dicermati adalah adanya kubu yang kemarin getol untuk menyerang namun pada akhirnya justru menyeberang atau membelot ke Jokowi. Fakta ini kemudian menimbulkan cibiran meski di dunia politik batasan antara menyerang dan menyeberang adalah sangat tipis karena sejatinya ada kepentingan dibalik menyerang dan menyeberang tersebut.

Jadi, tidak perlu terlalu dipikir pusing jika ada parpol yang semula getol menyerang, toh akhirnya akan menyeberang untuk mencari kursi- kursi jabatan politis di pemerintahan. Artinya, mereka yang semula menyerang saja akhirnya meminta jatah kursi kekuasaan, apalagi yang getol membela petahana maka dipastikan akan meminta jatah kursi kekuasaan yang lebih besar. Inilah yang disebut dinamika politik dan demokrasi.

BERITA TERKAIT

Daya Saing Merosot, Kualitas SDM Digenjot

Oleh: Sarwani, Pemerhati Ekonomi Sudah jatuh tertimpa tangga, begitu nasib Indonesia dalam Indeks Daya Saing Global 2019 yang dirilis World…

Memahami Geopolitik dan Geoekonomi Tiongkok

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Agenda kawasan Asia telah disusun di Beijing. Inisiasi Belt and Road (…

Tak Mau Defisit, Iuran BPJS Naik Mencekik

Oleh: Pril Huseno, Pemerhati Ekonomi Sebagai salah satu kebutuhan dasar, kesehatan rakyat merupakan amanat undang-undang yang mewajibkan penyelenggara negara untuk…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ekonomi Syariah di Pusaran Pemerintahan

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Minggu (20/10/2019), masyarakat Indonesia diperlihatkan perhelatan akbar berupa pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil…

Jokowi-Ma’ruf

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Selamat kepada Jokowi dan Ma’ruf Amin yang telah…

Daya Saing Merosot, Kualitas SDM Digenjot

Oleh: Sarwani, Pemerhati Ekonomi Sudah jatuh tertimpa tangga, begitu nasib Indonesia dalam Indeks Daya Saing Global 2019 yang dirilis World…