TRAM Raih Sindikasi Pinjaman US$ 100 Juta

NERACA

Jakarta –Rencanankan membangun infrastruktur tambang, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) terus menghimpun pendanaan di pasar baik itu lewat pasar modal ataupun pinjaman luar. Teranyar, selain merencanakan menggelar rights issue juga telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan Adaro Capital Limited (ACL) dengan nilai US$100 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (9/7).

Trada Alam Minera melaporkan perjanjian pinjaman dengan Adaro Capital Limited telah diteken pada 5 Juli 2019. Utang itu memiliki bunga pinjaman 12% per tahun dan jangka waktu 4 tahun sejak penarikan. Perseroan menyebutkan, dengan ditandatanganinya perjanjian ini, maka perseroan dan/atau entitas anak akan mampu untuk melakukan penambahan likuiditas dan melaksanakan rencana sejalan dengan strategi bisnis yang telah disusun.

Nantinya, dana yang diperoleh dari transaksi akan digunakan untuk belanja modal dan/atau modal kerja umum. Adapun, pinjaman yang diperoleh dijamin dengan jaminan berupa 100% milik PT Black Diamond Energy dan PT Batu Kaya Berkat dalam PT Gunung Bara Utama. Dalam laporan tahunan 2018 PT Adaro Energy Tbk., dijelaskan bahwa Adaro Capital Limited merupakan pilar yang didirikan untuk menjadi pusat treasury Grup Adaro untuk investasi instrumen keuangan di luar Indonesia.

Namun, dalam perkembangannya, ACL menemukan peluang transaksi yang menyebabkan terjadi akuisisi pada 2018 terhadap kepemilikan Rio Tinto atas Kestrel coal mine (Kestrel) meliputi porsi 80% dalam suatu usaha patungan dengan EMR Capital, private equity manager spesialis pertambangan. Sebelumnya, Direktur Utama Trada Alam Minera Soebianto Hidayat mengatakan, dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendanai rencana pengembangan proyek infrastruktur bersama anak usaha PT Adaro Energy Tbk., PT Alam Tri Abadi. Pihaknya ingin menyiapkan sejumlah rencana alternatif pendanaan pekerjaan tersebut.

Soebianto belum membeberkan berapa dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut jumlah dana yang ingin dihimpun. Menurutnya, perkirakaan nilai akan muncul setelah feasibility study (FS) rampung. Saat ini, lanjut dia, tengah proses pembuatan FS bersama beberapa konsultan. Pihaknya berharap tahapan itu dapat rampung pada kuartal III/2019.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…