Catatkan Nilai Rp 2,45 Triliun - Obligasi PPRO Tahap III Oversubscribed

NERACA

Jakarta – Penawaran obligasi milik PT PP Properti Tbk (PPRO) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III sebesar Rp. 534,5 miliar mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,58 kali. Nilai penawaran yang masuk mencapai Rp.2,45triliun, lebih tinggi dari target perusahaan sebesar Rp534,5 miliar.

Kata Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/7), penerbitan obligasi ini menjadi bukti bahwa para investor memiliki apresiasi yang cukup tinggi terhadap PP Properti.”Keberhasilan penerbitan obligasi ini tidak luput dari pemilihan timing yang tepat,”ujarnya.

Disampaikannya, momentum tersebut didukung kenaikan peringkat indonesia, insentif pemerintah dan banyaknya obligasi yang jatuh tempo sehingga menambah demand, serta posisi keuangan perseroan yang tetap tumbuh dapat dilihat penerbitan obligasi ini mendapat peringkat BBB+ (triple B plus) dari Fitch Ratings atau termasuk investment grade.

Penawaran Obligasi tersebut merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan jumlah pokok senilai Rp2 triliun, penawaran Awal pada tahap I mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan Pada tanggal 28 juni 2018. Saat ini, penawaran Obligasi Berkelanjutan Tahap III tahun 2019 ditawarkan kupon sebesar 11% dengan tenor 3 (tiga) tahun. Hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk refinancing 56,27%, investasi 21% dan modal kerja perseroan 22,73%. 

Dirinya menuturkan, penerbitan obligasi ini menjadi salah satu strategi PPRO untuk mengamankan pendanaan jangka panjang agar bisa mengejar target pertumbuhan bisnis di tahun ini. Sebagai informasi, hingga Mei 2019, perseroan mencatatkan marketing sales baru sekitar 30% dari target karena terkendala pemilihan presiden dan Lebaran.

Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto pernah bilang, pada semester I/2019 ada perhelatan Pilpres, Pilkada dan Lebaran sehingga capaian marketing sales masih belum mencapai 50% dari target yang ditetapkan. "Hingga Mei 2019, kami sudah mengantongi marketing sales sebesar 30% dari target, sudah dapat senilai Rp1 triliun," ungkapnya.

Target marketing sales PPRO pada 2019 senilai Rp4,17 triliun atau naik 20% dari capaian 2018 senilai Rp3,48 triliun. Pada 2018, pertumbuhan marketing sales PPRO sebesar 13% dari posisi Rp3,01 triliun pada 2017. Selain meningkatkan marketing sales hingga 20% pada 2019, PPRO mengincar kenaikan pendapatan sekitar 17% dan laba bersih 18%, masing-masing menjadi Rp2,93 triliun dan Rp556,07 miliar.

Menurut Indaryanto, raihan marketing sales biasanya lebih banyak pada semester II mengingat tidak adanya perhelatan politik. Pada paruh kedua tahun ini, investor cenderung melakukan wait and see dalam pembelian properti, mengingat masih adanya sengketa Pemilu. Sebagai informasi, nilai marketing sales PPRO pada 3 bulan pertama tahun ini senilai Rp310 miliar. Adapun, kontribusi marketing sales pada kuartal I/2019 dominan berasal dari Grand Shamaya dan Grand Sungkono Lagoon di Surabaya dan Mazo Jhi di Margonda. Indaryanto optimistis, bahwa kinerja pada semester II/2019 bakal lebih baik.

 

BERITA TERKAIT

Metropolitan Land Raih Marketing Sales Rp438 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland membukukan marketing sales hingga kuartal I-2024 sebesar Rp…

Hartadinata Tebar Dividen Final Rp15 Per Saham

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) akan memberikan dividen final tahun buku 2023 sebesar Rp15…

Kenaikan BI-Rate Positif Bagi Pasar Modal

NERACA Jakarta  - Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal, Hans Kwee menyampaikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI-Rate…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Metropolitan Land Raih Marketing Sales Rp438 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland membukukan marketing sales hingga kuartal I-2024 sebesar Rp…

Hartadinata Tebar Dividen Final Rp15 Per Saham

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) akan memberikan dividen final tahun buku 2023 sebesar Rp15…

Kenaikan BI-Rate Positif Bagi Pasar Modal

NERACA Jakarta  - Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal, Hans Kwee menyampaikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI-Rate…