Menyandera Ijazah Siswa Makin Sulitkan Ekonomi Keluarga - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jabar, Ir. H. Herry Pansila MSc

Menyandera Ijazah Siswa Makin Sulitkan Ekonomi Keluarga

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jabar, Ir. H. Herry Pansila MSc

NERACA

Depok - Adanya pengelola sekolah swasta menyandera ijazah siswa karena belum bisa melunasi berbagai "Pungutan Uang Sekolah",‎ bisa berakibat makin menambah kesulitan ekonomi keluarga. Keberhasilan siswa telah menamatkan jenjang pendidilkan, memerlukan ijazahnya untu melamar berbagai formasi kesempatan kerja. Hal ini demi meningkatkan masa depan ekonominya yang lebih juga meringankan beban kesulitan ekonomi keluarganya. Demikian dikatakan Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Ir. H. Herry Pansila Pr MSc yang dihimpun NERACA dalam berbagai liputan disela kesibukannya menjalani amanahnya dalam bidang pendidikan di Kabupaten dan Kota Bekasi juga Kota Depok.

Menurutnya, setiap siswa yang telah menyelesaikan pendidikan minimal SMA/K, punya modal dasar untuk bekerja di berbagai kesempatan kerja di perusahaan swasta maupun pemerintah."Bahkan dengan punya ijazah SMA/K bisa jadi Anggota DPR atau kepala daerah lainnya untuk jadi walikota‎ atau lainnya," ujarnya yang pernah menjabat Kadis Pendidikan di Kota Depok.

Berdasarkan liputan NERACA, pejabat ini telah banyak membantu siswa bahkan orang tuanya yang dilanda kesulitan ekonomi bahkan terancam putus sekolah. Sehingga dengan ikhlas dibantunya dengan uang pribadinya untuk membiayai sekolah anaknya. Bahkan juga untuk kehidupan keluarga yang dilanda kesulitan beban hidup karena masalah ekonomi keluarga.

"Saya dan orang tua saya pernah dibantu pak Herry Pansila, saat‎ saya mau ujian dan terancam drop out kuliah, karena orang tua saya sedang sakit dan perlu dioperasi," tutur Vina warga Depok yang tak bisa melupakan jasanya hingga saat ini telah lulus S1 dengan predikat memuaskan.

Masih banyak yang siswa telah dibantunya, baik dengan dana pribadi maupun kewenangannya ‎menjadi pejabat di bidang pendidikan; terutama para keluarga tidak mampu secara ekonomi serta para siswa yang telah putus sekolah untuk dilanjutkan pendidikannya minimal bisa tamat SMA/K."Apapun itu, saya Ikhlas tanpa niat lain sebagai kewajiban amanah Allah yang harus saya jalani untuk mendapat ridhonya dan bekal amal ibadah," tutur Herry Pansila kepada NERACA yang selalu ingat kesulitan ekonomi keluarganya saat menjalani pendidikan SD hingga dapat beasiswa S2 ke Belanda.

Ternyata saat diamanahkan bertugas di bekasi pun, dia juga berupaya membantu yang kesulitan ekonomi keluarga. Ditemani siswa dan orangtua siswa, dia menemui ‎pihak sekolah yang menyandera ijazah siswa SMK yang tidak bisa melamar pekerjaan karena ijazahnya disandera pihak pengelola sekolah swasta.

Pernah menjabat Kepala Diskominfo dan Kepala Dinas Kominfo Kota Depok, Herry pun mengeluarkan uang pribadinya untuk melunasi tunggakan siswa yang disandera ijazahnya karena belum bisa melunasi hutang biaya sekolahnya yang terhutang. Kemudian menyerahkan ijazahnya kepada orang tuanya siswa Rizky.

"Saya ingin agar anak-anak dari keluarga kurang beruntung bisa juga menikmati pendidikan, sehingga bisa meningkatkan derajat perekonomian keluarga dan kualitas hidup anak-anak kurang beruntung, agar bisa sejajar dengan anak-anak lain yang orang tuanya," harapnya berdoa.

Diperoleh keterangan, Herry Pansila menebus ijazah siswa yang bernama bernama Muhammad Rizky, ditahan sekolah lantaran belum melunasi uang sekolah yang sudah mencapai Rp 6.315.000. Jumlah ini sampai kapanpun tidak bisa dilunasi karena kesulitan ekonomi keluarganya. Sehingga Herry Pansila tersentuh hatinya membantu melunasinya dengan uang pribadinya dengan ikhlas tanpa pamrih apapun.

Bukan hanya Muhammad Rizki yang tidak bisa melamar pekerjaan di perusahaan swasta karena ijazahnya disandera sekolah, tapi juga banyak siswa lain yang dibantu di wilayah III Bekasi yang dibantu karena putus sekolah dan tidak mampu secara ekonomi keluarganya.

"Alhamdulillah ternyata masih ada orang yang peduli dengan kami. kami juga tidak menyangka jika ada pejabat Kepala Cabang Dinas yang melunasi tanpa saya ketahui sebelumnya. Allah memang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga juga menjadi Berkah dan Ridho Allah atas bantuan ikhlasnya Pak Herry Pansila dan Staf serta Keluarganya, Aamiiin Yaa Allah Yaa Robb," ujar orang tua Muhammad Rizky kepada wartawan penuh haru bahagia mendapatkan anaknya punya Ijazah. Dasmir

BERITA TERKAIT

Kemendagri Dorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN Pelaku Korupsi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga kini terus mendorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN…

BTN Ajak Siswa Bengkulu Perkuat Nilai Kebangsaan

Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka…

Pertumbuhan Ekonomi Tergantung Waktu

    NERACA   Jakarta - Direktur Riset Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef), Berly Martawardaya, memprediksi laju pertumbuhan ekonomi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan  NERACA Jakarta - Di usianya yang kini mencapai Satu Abad (1919 – 2019),…

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel   NERACA Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama Islam untuk mengedukasi…

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT   NERACA Sukabumi - Bersama dengan tiga Dinas lainya, yakni Diskopdagrin, Dinas Kesehatan, dan Disnakertrans.…