Sinarmas MSIG Life Pangkas Saham IPO

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG memangkas jumlah saham yang akan dilepas ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menjadi sebanyak 393,75 juta saham. Dengan demikian, dana perolehan IPO ini menjadi senilai Rp 4,76 triliun, turun dari target sebelumnya Rp 5,08 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan mulai menawarkan saham IPO di masa penawaran umum mulai Senin 1 Juli 2019 sampai dengan 3 Juli 2019. Sebelumnya besaran saham yang dilepas yakinsebesar 40% atau setara dengan 420 juta saham. Masa penjatahan akan jatuh pada 4 Juli 2019 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2019.

Harga penawaran saham masih dipatok di harga Rp 12.100/saham. IPO ini merupakan divestasi kepemilikan dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dari asuransi tersebut. Dengan demikian,setelah IPO, maka terjadi perubahan kepemilikan dari perusahaan ini dari sebelumnya milikSMMA dan Mitsui Sumitomo Insurance Co. Ltd. masing-masing 50%, akan menyisakan kepemilikan mayoritas oleh perusahaan asal Jepang tersebutsebagai pemegang saham mayoritas.

Adapun nilai laba setelah pajak PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) pada kuartal I/2019 senilai Rp73,51 miliar.Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life, Hamid Hamzah pernah bilang, potensi pertumbuhan industri asuransi jiwa ke depan masih sangat bagus. Secara umum, tahun lalu industri asuransi jiwa nasional mampu tumbuh 20%-25%.

Tren pertumbuhan asuransi ini juga bergantung pada pertumbuhan sektor lainnya seperti kesehatan dan pendidikan. Tahun lalu saja, lanjutnya, Sinarmas mampu memperoleh premi sebesar Rp6 triliun yang sebanyak 30% dikontribusi oleh Jawa Timur. Sementara secara kinerja, di akhir 2018, premi bersih asuransi ini tercatat senilai Rp 4,35 triliun, naik dari Rp 3,79 triliun di periode akhir Januari-Desember 2017. Pendapatan yang berhasil dikantongi mencapai Rp 5,09 triliun dengan laba bersih di akhir 2018 senilai Rp 342,53 miliar.

Tahun ini target premi baru dipatok sebesar Rp 6,28 triliun dengan target pada 2020 senilai Rp 6,34 triliun dan Rp 7,22 triliun di 2021. Selain itu, perseroan juga menargetkan aset kelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) pada 2019 mencapai Rp 1 triliun. Target ini seiring dengan masih banyaknya perusahaan Jepang yang akan dijajaki kerjasamanya. Hal ini mengalami kenaikan dari posisi Desember 2018 Rp 654 miliar.

Perusahaan inimulaiberkiprah di industri asuransi jiwa nasional pada 14 April 1985 dengan nama PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia. Setelah dua kali berganti nama menjadi PT Asuransi Jiwa Eka Life pada 1989 dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas pada 2007, maka pada 2011 resmi menjadi perusahaan patungan (join venture) antara SMMAdangrup asuransi raksasa Jepang, Mitsui Sumitomo Insurance dengan porsi masing-masing 50%.

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…