Alkindo Naratama Bagikan Dividen Rp 1,2 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 1,2 miliar atau sekitar 4,99% dari laba bersih perseroan tahun buku 2018. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten produsen kertas konversi ini menyebutkan, deviden tunai yang dibayarkan kepada para pemegang saham sebanyak 1,1 miliar saham atau masing-masing saham akan menerima Rp 1,1 yang akan dibayarkan secara tunai kepada para pemegang saham perseroan. Sisanya sebesar Rp 23 miliar yang merupakan 93,32% dari laba bersih perseroan tahun buku 2018 dicatat sebagai laba ditahan.

Kata Herwanto Sutanto, Direktur Utama ALDO, perseroan memproyeksikan penjualan konsolidasi Rp 1,2 triliun di tahun 2019. “Perseroan menyusun proyeksi dengan menggunakan data historis dan asumsi dan penelaahan tentang kondisi pasar pada saat ini sehingga proyeksi ini bisa menjadi acuan bagi dalam mencapai target kami,”ujarnya.

Sepanjang tahun 2018, PT Alkindo Naratama Tbk mencatat penjualan bersih konsolidasi meningkat dari Rp708,7 miliar di tahun 2017 menjadi Rp789,6 miliar. Pertumbuhan penjualan bersih konsolidasi disebabkan oleh kenaikan penjualan dari Perseroan dan Entitas Anak, sedangkan Laba bersih konsolidasi pada tahun 2018 adalah sebesar Rp24,2 miliar naik sebesar Rp11,0 miliar atau 84% dari tahun 2017. Kemudian aset konsolidasi meningkat sebesar 5% atau sebesar Rp27,4 miliar dari tahun 2017 sebesar Rp498,7 miliar menjadi Rp526,1 miliar di tahun 2018.

Perseroan menjelaskan, aset mengalami kenaikan terutama karena kenaikan piutang dagang, persediaan, dan aset tetap sementara liabilitas konsolidasi mengalami penurunan sebesar 5% dari tahun 2017 sebesar Rp269,3 miliar menjadi Rp254,5 miliar di tahun 2018 atau turun sebesar Rp14,7 miliar. Sebagai informasi, perseroan telah menyerap 50% dari alokasi belanja modal sepanjang 2019.

Corporate Secretary Alkindo Naratama, Kuswara mengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp57 miliar - Rp60 miliar pada tahun ini. Hingga Juni 2019, emiten dengan kode saham ALDO ini telah menyerap Rp35 miliar atau 58% dari alokasi belanja modal. Belanja modal tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produkai lini bisnis eksisting dan lini bisnis baru. “Karena sudah akuisisi Eco Paper, capex 2019 sekitar Rp57 miliar - Rp60 miliar. Sampai Juni sudah terserap Rp35 miliar,” katanya.

Perseroan juga menambah segmen bisnis baru yakni segmen kertas, setelah mengakuisisi PT Eco Paper Indonesia (EPI). Perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp15 miliar - Rp20 miliar untuk EPI. Belanja modal itu untuk pembelian mesin sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dari semula 60.000 ton menjadi 65.000 ton per tahun. Dalam jangka panjang, perseroan juga berencana memasang mesin kedua untuk EPI.

Setelah akuisisi EPI, ALDO memiliki 4 segmen yang dikonsolidasi yakni segmen kertas konversi, kertas, kimia, dan polimer. Segmen kimia merupakan segmen bisnis entitas anak PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI). Adapun, segmen polimer merupakan segmen bisnis entitas anak lainnya yakni PT Alfa Polimer Indonesia (API).

Kuswara mengatakan, tambahan secara konsolidasi dari EPI bakal turut mendorong penjualan dan laba perseroan tahun ini. ALDO memproyeksikan penjualan konsolidasi mencapai Rp1,2 triliun pada 2019. Target ini naik 52 persen dibandingkan realisasi penjualan bersih konsolidasi tahun lalu sebesar Rp789,6 miliar. Hingga kuartal I/2019, ALDO mengantongi penjualan bersih Rp300,92 juta, sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,86 miliar.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BPPT Kumpulkan PNBP Mencapai Rp100 miliar

  NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) telah melampaui target Penerimaan Negara…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…