Solusi Bangun Rencanakan Divestasi Aset - Pangkas Beban Utang

NERACA

Jakarta –Menjaga neraca keuangan yang sehat dan memangkas beban utang, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berencana akan melakukan divestasi pada aset-aset yang dimiliki perseroan.”Selain memperbaiki kinerja perseroan, penjualan aset menjadi salah satu opsi yang akan dilakukan perseroan,”kata Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar di Jakarta, kemarin.

Dirinya melihat fix aset yang dimiliki pada tahun ini cukup besar, seperti aset tanah nantinya akan coba divestasi untuk mengecilkan utang ke depan. Sementara Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto menambahkan bahwa aset yang akan dijual tersebut merupakan aset-aset yang dinilai tidak produktif terhadap kinerja perseroan. Adapun, pada tahun ini perseroan akan melego aset berupa tanah yang berada di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Dari divestasi tersebut kami perkirakan akan mendapatkan kurang lebih Rp100 miliar,” jelasnya.

Tercatat hingga Mei 2019, perseroan memiliki utang senilai Rp9 triliun. Dimana utang tersebut merupakan peninggalan dari PT Holcim Indonesia Tbk sebelum diakuisisi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Disebutkan, paling besar utangnya itu untuk pembangunan pabrik di Tuban dan di Lognga. Kemudian melihat industri properti yang lesu dan pasar semen yang kelebihan pasokan mendorong SMCB untuk mematok target bisnis tidak terlalu agresif.

Perseroan, kata Agung, hanya akan fokus menjaga pangsa pasar penjualan semen hingga akhir tahun stabil pada 15%. Menurutnya, target tersebut dinilai realistik karena pasar penjualan semen dalam negeri masih mengalami tekanan-tekanan yang disebabkan berbagai faktor. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga periode kuartal II/2019 yang akan habis.

Selain itu, kondisi keuangan perseroan yang belum stabil, membuat perseroan tidak mematok target yang terlalu besar pada tahun ini. Adapun, hingga Mei 2019, emiten berkode saham SMCB tersebut menguasai 15,3% pangsa pasar semen dalam negeri.“Kami perkirakan pada semester II bisa tumbuh di atas 3% [industri] dan harapannya bisa tumbuh, paling tidak kami bisa menjaga market share kami seperti tahun lalu,” ujarnya.

Asal tahu saja, perseroan saat ini masih akan terus berbenah dalam menyehatkan keuangan perseroan dan memperbaiki laba. Meskipun kondisi pasar masih tertekan, perseroan terus menggenjot efisiensi di internal dengan memaksimalkan utilisasi dan supply chain yang dimiliki saat ini. Hingga Mei 2019, SMCB mencatatkan penurunan volume penjualan semen domestik sebesar 2,85% dari catatan tahun sebelumnya 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. Sementara itu, volume ekspor SMCB mengalami penurunan 27% dari 287.000 ton menjadi 208.000 ton.

SMCB selama ini selain menjual semen curah dan kantung, perseroan diketahui juga menyediakan solusi agregat dan beton inovatif mulai dari ready mix hingga mortar. Perseroan sendiri akan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan ( SIIB ) sebagai bagian dari SMGR. Saat ini setidaknya SMCB memiliki sekitar 30 ready mix plant. Soal bisnis produk turunan semen, bagi SMCB rata-rata porsinya masih sekitar 30% dari bisnis perseroan sedangkan sebagian besarnya 70% dari semen curah dan kantung.

BERITA TERKAIT

Rencanakan Rights Issue - Phapros Bakal Lepas 862,74 Juta Saham

NERACA Jakarta – Semester kedua tahun 2019, PT Phapros Tbk (PEHA) menyampaikan rencana menggelar penerbitan saham baru atawa rights issue…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…

BI Akhirnya Pangkas Suku Bunga Jadi 5,75%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) akhirnya memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Libur Sekolah dan Lebaran - Laba Bersih ROTI Melesat Tajam 153,82%

NERACA Jakarta – Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan…

Benahi Fundamental Bisnis - KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian…

Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA Jakarta  -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi…