Pan Brothers Bagikan Dividen Rp 12,96 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp12,96 miliar untuk tahun buku 2018.“Dividen tunai sebesar Rp12,96 miliar atau Rp2 per saham untuk tahun buku 2018,”kata Anne Patricia Sutanto, Wakil Direktur Utama Pan Brothers di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, jumlah dividen tunai tersebut setara dengan 4,98% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$18,29juta, yakni sebesar US$911.105,92. Adapun, sebesar Rp1 miliar dari laba bersih tahun buku 2018 disisihkan sebagai cadangan sesuai ketentuan Pasal 70 UU No.40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.

Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada 8 Juli 2019 pukul 16.00. Lebih lanjut, dividen akan dibagikan pada 26 Juli 2019.Kemudian untuk mengejar target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 15%, emiten produsen garmen terintegrasi ini akan menggenjot penjualan pada semester II dengan peningkatan kapasitas produksi.

Sekretaris Perusahaan Pan Brothers, Iswar Deni memperkirakan, penjualan pada semester I/2019 tumbuh sekitar 9%-10%. Meski demikian, perseroan optimistis target pertumbuhan sepanjang tahun dapat tercapai. Dia menjelaskan, penjualan PBRX memiliki pola seasonal. Penjualan akan mulai meningkat pada semester II, terutama di September, yang bersamaan dengan musim dingin.

Hingga kuartal I/2019, PBRX membukukan penjualan US$112,9 juta, naik 5,12% secara tahunan.Asia menjadi kontributor terbesar yakni 47,53% terhadap penjualan, diikuti Amerika Serikat 28,56%, Eropa 16,69%, dan lainnya 7,20%. “Kenaikan penjualan di September akan mulai terlihat. Penjualan paling besar biasanya di akhir tahun,"ujarnya.

Pada tahun lalu, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$6,4 juta yang digunakan untuk perawatan dan otomatisasi mesin. Otomatisasi dapat meminimalkan proses administrasi secara manual sehingga SDM dapat dialihkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebagai informasi, pada tahun ini, perseroan menambah kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik di Tasikmalaya tahap II, di bawah bendera PT Teodore Pan Garmindo. Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$5 juta untuk membangun pabrik dengan kapasitas 6 juta potong garmen.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BPPT Kumpulkan PNBP Mencapai Rp100 miliar

  NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) telah melampaui target Penerimaan Negara…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…