Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada 2019. “Nantinya penggunaan dana mayoritas untuk belanja segmen konstruksi sebesar Rp600 miliar. Lalu Rp30 miliar akan dipakai untuk segmen properti dan sisanya akan dipakai untuk segmen hotel dan operasional perusahaan,”kata Erlin Budiman, Investor Relation SSIA di Jakarta, kemarin.

Di luar itu, perseroan akan melakukan pinjaman kepada bank sebesar Rp500 miliar. Dana segar itu rencananya akan dipakai untuk membebaskan lahan untuk proyek di Subang atau 40 km dari proyek Patimban. Erlin menyebutkan luas lahan yang akan dibebaskan sekitar 160 ha. Pinjaman akan dilaksanakan apabila proses pembebasan berjalan mulus.

SSIA, lanjutnya, lebih memilih opsi pinjaman bank sebab market cenderung lemah dalam hal penerbitan obligasi. Selain itu, obligasi cenderung memberikan pinjaman dengan jangka waktu yang singkat.”Kalau untuk perusahaan properti seperti kami pinjaman dengan jangka kurang dari lima tahun agak sulit, jadi kami memilih pinjaman bank," katanya.

Selain itu perseroan memiliki obligasi jatuh tempo sebesar Rp500 miliar pada September mendatang. Erlin menyebut untuk pembayaran akan dilakukan menggunakan kas internal perusahaan dan dana lainnya. Di kuartal pertama 2019, SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp823,7 miliar atau turun 9,4% dibanding priode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp909,3 miliar.

Perseroan menjelaskan, penurunan pendapatan disebabkan pendapatan lini usaha konstruksi ikut turun sebesar 14,6% menjadi Rp583,4 miliar dari sebelumnya sebesar Rp683 miliar. Selain itu, perseroan juga mengungkapkan hasil penjualan kawasan industri di Suryacipta Karawang tahap 4 seluas 100 hektar dengan potensi pendapatan Rp325 miliar. Dengan penjualan aset tersebut akan mendukung pengembangan kawasan industri perseroan di Subang Industrial Township.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…