Geopark Meratus Akan Didaftarkan ke UNESCO

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera mendaftarkan Geopark Pegunungan Meratus ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu upaya untuk melindungi Pegunungan Meratus dari perusakan sumber daya alam oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengatakan Pemprov Kalsel telah mendaftarkan Geopark Pegunungan Meratus secara nasional, selanjutnya akan didaftarkan ke tingkat internasional.

Pengembangan Geopark Pegunungan Meratus tersebut, ia menambahkan, sebagai bukti bila pemerintah serius untuk melindungi sumber kekayaan di Meratus, baik itu kekayaan alam, wisata dan kebudayaannya. "Bila sudah menjadi kawasan Geopark, maka Meratus tidak boleh lagi dimanfaatkan untuk usaha lainnya, kecuali untuk upaya pelestarian dan perlindungan alam, pengembangan wisata dan budaya," kata Sahbirin, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (25/6).

Menurutnya selain mengembangkan geopark, ia bersama tim juga terus berupaya menjelajahi Meratus dan beberapa daerah yang ada di sekitarnya, untuk melihat potensi sekaligus kebutuhan apa yang diperlukan masyarakat sekitar Meratus. "Saya sudah mengunjungi puluhan desa di sekitar wilayah Meratus, untuk menyaksikan secara langsung potensi dan kondisi masyarakat di daerah tersebut," katanya.

Cukup banyak masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan saling berjauhan, hal tersebut, harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, baik itu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan lainnya. Diharapkan melalui upaya pengembangan geopark tersebut, akan mampu mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di berbagai sektor.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan, Isharwanto, mengatakan pihaknya berencana mendaftarkan Geopark Pegunungan Meratus ke Unesco pada September atau Oktober 2019. Saat ini pihaknya sedang berupaya melaksanakan pembenahan antara lain pembentukan kelembagaan, pengembangan beberapa titik geopark dan lainnya, agar usulan tersebut bisa diterima. Geopark (taman bumi) adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi dan mengajak masyarakat setempat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Sebelumnya Delapan situs alam di delapan provinsi Indonesia mendapat sertifikat pengakuan status geopark nasional. Itu artinya, kini Indonesia memiliki 15 geopark nasional. Sertifikat pengakuan status geopark nasional kepada delapan lokasi baru ini diberikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Secara simbolis, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerangkan langsung sertifikat tersebut kepada delapan pemerintah daerah tempat taman bumi itu berada.

Delapan lokasi yang mendapat sertifikat Geopark Nasional 2018 adalah Geopark Silokek (Sumatera Barat), Geopark Ngarai Sianok-Maninjau (Sumatera Barat) dan Geopark Sawahlunto (Sumatera Barat), Geopark Natuna (Kepulauan Riau), Geopark Pongkor (Jawa Barat), Geopark Karangsambung Karangbolong (Jawa Tengah), Geopark Banyuwangi (Jawa Timur), dan Geopark Meratus (Kalimantan Selatan).

Sebelumnya, ada tujuh tempat yang sudah lebih dulu mendapat sertifikat sebagai geopark nasional yaitu Geopark Gunung Kaldera Toba (Sumatera Utara), Geopark Gunung Merangin (Jambi), Geopark Gunung Belitung (Bangka Belitung), Geopark Gunung Bojonegoro (Jawa Timur), Geopark Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat), Geopark Gunung Maros (Sulawesi Selatan), dan Geopark Gunung Raja Ampat (Papua).

Arief menyampaikan harapannya kepada para pemimpin daerah agar menindaklanjuti penetapan taman bumi di wilayahnya sebagai geopark nasional dengan berinvestasi untuk mengelola serta mengembangkannya. "Harapannya geopark ini mensejahterakan masyarakat dan semakin melestarikan alam," kata Arief.

Selain memiliki 15 geopark nasional, kini Indonesia juga sudah punya empat geopark global yang sudah diakui oleh UNESCO. “Yaitu Ciletuh Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dengan jumlah kunjungan sebanyak 164.443 wisman (wisatawan mancanegara); Gunung Sewu yang masuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta dengan kunjungan 4.315.000 wisman; Gunung Batur, Bali dengan kunjungan 275.000 wisman, serta Gunung Rinjani NTB dengan kunjungan 30.847 wisman,” papar Arief.

Untuk penetapan geopark nasional sendiri, Arief menuturkan ada lima kategori penilaian. Yakni geologi dan bentang alam yang meliputi kawasan (5%), geokonservasi (20%), serta warisan geologi dan budaya (10%). Kemudian struktur kepengurusan (25%), penafsiran dan pendidikan lingkungan (15%), geowisata (15%), serta pembangunan ekonomi regional yang berkelanjutan (10%).

Dia mengatakan geopark ini bisa menjadi daya tarik pariwisata unggulan Indonesia yang bisa memberikan kontribusi signifikan bagi kunjungan wisman. “Potensi geopark bisa dikombinasikan dengan daya tarik ekowisata. Untuk itu, Kemenpar gencar melakukan kerjasama dengan negara-negara UNESCO Global Geopark, seperti China dan Malaysia,” jelasnya.

Geopark sendiri adalah sebutan bagi kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan nilai warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya, secara berkelanjutan. Kata geopark adalah singkatan dari geological park. Dalam bahasa Indonesia, kata tersebut diartikan sebagai taman geologi atau taman bumi.

BERITA TERKAIT

Bukti Kerajaan Sriwijaya Ada di Tepi Sungai Musi

Ramainya kabar mengenai harta karun Kerajaan Sriwijaya membuat asal usul kerajaan tersebut naik daun. Tapi tak banyak yang tahu bahwa…

Pembangunan Geopark Bangka Barat akan Dimulai

Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Hijau Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersiap mewujudkan pembangunan geopark atau taman bumi di Kabupaten Bangka Barat.…

Kondisi Kawah Putih Sudah Terkendali

Objek wisata Kawah Putih Kabupaten Bandung, yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Senin (7/10), dinilai sudah aman untuk…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Bukti Kerajaan Sriwijaya Ada di Tepi Sungai Musi

Ramainya kabar mengenai harta karun Kerajaan Sriwijaya membuat asal usul kerajaan tersebut naik daun. Tapi tak banyak yang tahu bahwa…

Pembangunan Geopark Bangka Barat akan Dimulai

Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Hijau Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersiap mewujudkan pembangunan geopark atau taman bumi di Kabupaten Bangka Barat.…

Kondisi Kawah Putih Sudah Terkendali

Objek wisata Kawah Putih Kabupaten Bandung, yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Senin (7/10), dinilai sudah aman untuk…