Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Gelar Sarasehan Tani Nasional

Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Gelar Sarasehan Tani Nasional

NERACA

Malang - Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya menggelar Sarasehan Tani Nasional dengan tema “Menciptakan Ekosistem Bisnis Pertanian di Era Revolusi 4.0” bertempat di Gedung E Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Dalam kesempatan tersebut hadir Ir. Sunarso, M.Si Ketua Umum PISPI, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani selaku Rektor Universitas Brawijaya, Dr. Ir Damanhuri, MS Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan Arief Goentoro, SP., M.Si selaku Sekretaris Jenderal PISPI.

Sarasehan dibuka dengan orasi ilmiah dari ketua umum PISPI. Dalam orasinya, Sunarso menyampaikan bahwa dalam mendukung terciptanya ekosistem bisnis pertanian 4.0 perlu adanya Transformasi yang visioner dan integratif. Visioner dalam artian harus memikirkan kondisi pertanian 100 tahun yang akan datang serta integrative dengan adanya kolaborasi dari berbagai stake holder yang berkepentingan. Menurut Sunarso yang merupakan Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), ada empat hal yang merupakan tantangan yang harus di lakukan dalam mewujudkan ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan yaitu: mengintegrasikan setiap stakholder yang terlibat dalam pembangunan pertanian, bertani dilahan sempit, bertani di daerah perkotaan dan bertani tanpa tanaman.

“Pertanian yang visioner itu adalah bagaimana melihat peluang dari setiap tantangan demi terciptanya ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan, seperti bagaimana kita harus bisa bertani di lahan sempit, bertani di daerah perkotaan, dan bertani tanpa tanaman seperti halnya menciptakan daging tanpa berternak melainkan melalui pengembangan bakteri. Hal itu bukan mustahil tercipta dan diproduksi masal di masa depan. Terakhir adalah bagaimana mengintegrasikan setiap stakeholder yang terlibat dalam pembangunan pertanian,” imbuhnya, dalam keterangannya, Selasa (25/6).

Senada dengan hal tersebut, Prof Nuhfil juga mengatakan Indonesia harus memiliki visi pertanian yang terarah dan jelas serta menjawab tantangan perubahan zaman.”Dimasa depan Indonesia sudah harus menjadi lumbung yang siap untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia,” ujarnya.

”Konsekuensinya kita harus siap meningkatkan daya saing produk. Faktor utama yaitu meningkatkan keunggulan SDM sektor pertanian. Kita harus mampu menciptakan agropreneur muda yang handal dalam manajerial bisnis, penguasaan teknologi dan pemasaran serta memiliki pemikiran yang kreatif, rasional dan visioner,” tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, Arief Goentoro selaku Sekretaris Jenderal PISPI juga menceritakan peranan PISPI dalam pertanian Indonesia. Menurutnya, semenjak berdiri tepatnya 10 tahun lalu PISPI turut aktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah terhadap konsep pengembangan pertanian Indonesia.”PISPI juga aktif dalam mengajak pemuda khususnya sarjana pertanian untuk bertani melalui beberapa program kerjanya. Beberapa kebijakan pemerintah yang bersumber dari masukan dari PISPI diantaranya: asuransi tani, bank tani, sertifikasi dan yang paling baru yaitu reforma agraria atau agrarian reform," pungkasnya.

Kegiatan sarasehan tani yang disponsori oleh BRI ini dihadiri oleh banyak kalangan, dari akademisi, praktisi pertanian dan pelaku start-up di bidang pertanian. Sarasehan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PISPI dengan Universitas Brawijaya dalam peningkatan Pendidikan, penelitian dalam pengabdian kepada masyarakat. Mohar/Iwan

BERITA TERKAIT

Isi Kekosongan Wagub DKI Perlu Peran Elit Nasional

Isi Kekosongan Wagub DKI Perlu Peran Elit Nasional NERACA Jakarta - Kekosongan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta diduga karena belum…

Kota Sukabumi Masuk Nominasi Pengelolaan JDIH Terbaik Nasional

Kota Sukabumi Masuk Nominasi Pengelolaan JDIH Terbaik Nasional NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masuk dalam nominasi pengelolaan Jaringan…

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan  NERACA Jakarta - Di usianya yang kini mencapai Satu Abad (1919 – 2019),…

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel   NERACA Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama Islam untuk mengedukasi…

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT   NERACA Sukabumi - Bersama dengan tiga Dinas lainya, yakni Diskopdagrin, Dinas Kesehatan, dan Disnakertrans.…