Penyaluran Gas PGN Naik 43,5%

NERACA

Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN telah menyalurkan gas alam selama periode Januari sampai Mei tahun ini dengan volume jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Selama tahun ini, penugasan penyaluran gas alam yang diamanatkan kepada PGN selaku sub holding gas, mencapai 133.814 Sambungan Rakyat.

Sedangkan volume yang mampu disalurkan mencapai 4.10 MMSCFD dan 35.055.000 meter kubik. Realisasi pelayanan gas alam yang dilakukan PGN selama lima bulan pada tahun ini, telah jauh melampaui kinerja pada tahun lalu. Berdasarkan catatan PGN, penyaluran gas alam mencapai 6.118.426 meter kubik selama periode Januari sampai Mei 2019. Berbanding tahun lalu, volume itu melonjak 43,5 persen, selama periode sama tahun lalu volume yang disalurkan sebesar 4.265.823 meter kubik.

Secara total, gas alam yang disalurkan dalam ukuran MMSCF, pun ikut melonjak. Selama lima bulan pertama tahun ini, volume yang disalurkan sebesar 216,07 MMSCF, naik 43,1 persen dibandingkan 151 MMSCF pada periode sama tahun lalu. Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan proses Holding Migas dan peran PGN sebagai Subholding Gas telah menggenjot kinerja penyaluran gas bumi. “Naik hampir 50 persen untuk periode lima bulan saja, kami harapkan kenaikan yang signifikan inipun akan terus melonjak hingga akhir tahun,” ujar dia, Senin (17/6).

Dia menilai lewat integrasi infrastruktur gas setelah bergabungnya PT Pertamina Gas (Pertagas) di bawah PGN selaku Sub Holding Gas, mampu mendongkrak nilai efisiensi dan efektivitas. Terdapat 14 area operasi penyaluran gas alam oleh PGN. Seluruh area operasi itu tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Batam, dan Papua. Dari catatan internal, pada tahun lalu, total volume yang disalurkan mencapai 11.469.504 meter kubik dan sebesar 405 MMSCF. “Tahun ini, kami pastikan volume itu akan tedongkrak secara signifikan,” ucap Rachmat.

Rachmat mengungkapkan secara perlahan, Holding Migas di bawah PT Pertamina (Persero) akan memperkuat ketahanan energi nasional. Secara khusus, kata dia, pengembangan dan penguatan infrastruktur akan berjalan secara massif dalam jangka waktu ke depan. “Kalau saat ini saja pasca Holding, PGN telah mengelola infrastruktur distribusi dan transmisi gas paling besar di Tanah Air. Namun jumlah itu belum cukup, kami bahu membahu dengan pemerintah untuk memperluas dan memeratakan distribusi gas alam yang terbukti efisien dan aman bagi masyarakat kita,” ungkap Rachmat.

BERITA TERKAIT

RFB Catatkan Volume Transaksi Naik 10,5%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 10,5% dan penguasaan…

Pemkot Palembang Dukung Pembangunan 6.034 Jaringan Gas

Pemkot Palembang Dukung Pembangunan 6.034 Jaringan Gas NERACA  Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan mendukung program Kementerian Energi…

Obligasi Chandra Asri Naik Peringkat Jadi BB-

NERACA Jakarta - Geliat pertumbuhan bisnis kimia milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), mendorong lembaga pemeringkat global Standard &…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Indeks Pembangunan Kesehatan : Bali Tertinggi, Papua Terendah

    NERACA   Jakarta - Provinsi Bali menjadi wilayah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) paling tinggi sementara…

Presiden Minta Menteri Antisipasi Dampak Kekeringan

    NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi…

Beban Ekonomi Akibat DBD Capai US$ 381 Juta

    NERACA   Jakarta - Indonesia telah melawan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mencapai 50 tahun, akan tetapi…