Bima Sakti Pertiwi Percantik Mal di Pekanbaru - Bidik Dana IPO Rp 62,5 Miliar

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnis berupa pembebasan lahan dan pembangunan mall baru, PT Bima Sakti Pertiwi (BSP) perusahaan yang bergerak di bisnis mall ini berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). BSP akan melepas sebanyak-banyaknya 625 juta saham baru kepada publik atau setara 20% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada aksi korporasi tersebut, perseroan mewarkan harga saham di level Rp 100 hingga Rp 200 per sahamn. Dengan begitu, BSP berpotensi untuk meraup dana dengan total Rp 62,5 miliar hingga Rp 125 miliar. “Dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah dan memperbaiki fasilitas gedung di Pekanbaru, Riau, karena usianya yang sudah lebih dari 15 tahun,”kata Direktur BSP, Leonardus Sutarman di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan menganggarkan sebesar 22 % dari dana IPO untuk modal kerja atau capital expenditure (capex) dan operasional. Ada pun, persentase penggunaan dana hasil IPO untuk capex sebesar 88%, di mana sebanyak-banyaknya 66% digunakan sebagai penambahan serta perbaikan fasilitas gedung yang sudah berusia 15 tahun tersebut.

Leonardus berharap, dengan penambahan dan perbaikan fasilitas gedung bisa meningkatkan pelayanan dan pengalaman yang lebih baik bagi tenant maupun pengunjung mal. Mereka juga mengharapkan dengan penambahan dan perbaikan fasilitas gedung dapat meningkatkan pertumbuhan pengunjung mal yang rata-rata sebanyak 9 juta pengunjung di 2018. "Hal ini diharapkan akan meningkatkan occupancy rate dari mal yang dikelola perseroan," katanya.

Saat ini tingkat keterisian mal Pekanbaru mencapai 93%. Namun ada rencana pembukaan Cinemaxx dan perbaikan fasilitas food court yang diharapkan dapat meningkatkan okupansi, meski tidak sampai 100%. Lalu, sisanya akan digunakan untuk membeli tanah yang berlokasi di belakang area Mal Pekanbaru seluas 1.200 meter. "Tujuannya untuk pengembangan usaha perusahaan di masa yang akan datang," kata Leonardus.

Asal tahu saja, perseroan berencana memperluas bangunan untuk pusat perbelanjaan mall Pekanbaru dan membangun apartemen. Meski begitu, realisasi pembangunan apartemen yang sudah direncanakan tidak dilakukan dalam waktu dekat, diperkirakan baru terlaksana pada 2023. Dia pun belum bisa memastikan berapa jumlah lantai pada apartemen karena uji kelayakan atau feasibility study belum dilaksanakan.

Rencananya, mereka melakukan right issue untuk memodali pembangunan apartemen tersebut. Dalam hal ini, bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek untuk IPO adalah PT Danatama Makmur. Nantinya, masa bookbuilding direncanakan berlangsung dari 20 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019, dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Juli 2019.

BERITA TERKAIT

Dukung Pasar Modal Syariah - Tren Layanan Wakaf Saham Bakal Tumbuh

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan produk layanan pasar modal syariah, beberapa perusahaan manajer investasi terus berinovasi dengan menghadirkan layanan menjawab kebutuhan…

Sidang Bangun Cipta Kontraktor - PN Minta Lengkapi Legal Akta Perusahaan

NERACA Jakarta - Menyoal permohonan perusahaan asal Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL) kepada Pengadilan Niaga (PN) pada Pengadilan Negeri Jakarta…

IPO Itama Ranoraya Oversubscribed 34,96 Kali

NERACA Jakarta – Penawaran umum saham perdana PT Itama Ranoraya mendapatkan respon positif dari investor. Dimana berdasarkan hasil penawaran di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…