OJK Tetapkan Bali United Sebagai Efek Syariah

NERACA

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk atau Bali United sebagai efek syariah. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Nomor: KEP-31/D.04/2019 tentang Penetapan Saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk sebagai efek syariah. Informasi tersebut disampaikan OJK dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut, maka Efek tersebut masuk dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-29/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019 tentang daftar efek syariah. Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Otoritas Jasa Keuangan terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas pernyataan pendaftaran yang disampaikan oleh PT Bali Bintang Sejahtera Tbk.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten maupun dari pihak–pihak lainnya yang dapat dipercaya. Secara periodik Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan review atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Review atas daftar efek syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Perusahaan yang bergerak di bidang klub sepakbola Bali United ini secara resmi akan mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Senin (17/6) awal pekan ini. Dalam masa penawaran saham perdananya, Bali United mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed. Dimana PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Utama Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto mengungkapkan bahwa masyarakat Bali sangat antusias untuk membeli saham klub berjuluk Serdadu Tridatu Jalak tersebut. Disampaikannya, meskipun kebanyakan masyarakat, khususnya pendukung tim asal Pulau Dewata itu masih awam dalam mengenal pasar modal, hal itu tidak menyurutkan minatnya untuk memegang kepemilikan saham klub kesayangannya.Adapun alokasi dalam penawaran umum tersebut ialah 1% merupakan masa penawaran (pooling) dan 99% lainnya merupakan penjatahan pasti. “Tidak ada standby buyer, semua dibeli investor seperti investor individu, asset management, asuransi,” pungkasnya.

Bali United melakukan penawaran umum sebanyak 2 miliar saham atau 33,33% dari modal yang disetorkan dan ditempatkan dengan harga Rp175 per saham pada 10 Juni 2019–12 Juni 2019 setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif penawaran saham perdana pada 31 Mei 1019.

Chairman dan pemilik Bali United Pieter Tanuri mengatakan bahwa dana yang diserap atas aksi initial public offering (IPO) akan digunakan untuk pengembangan klub.Dengan perincian 60,5% akan digunakan untuk modal kerja klub, 20,4% digunakan untuk memperkuat permodalan anak usaha, dan 19,1% akan digunakan sebagai capital expenditure perseroan.

BERITA TERKAIT

OJK Dorong Perbankan di Sumsel Himpun "Dana Murah"

OJK Dorong Perbankan di Sumsel Himpun "Dana Murah" NERACA Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Sumatera Selatan…

TRANSAKSI RIYAL MANDIRI SYARIAH MENINGKAT

Pegawai Mandiri Syariah (kiri) melayani calon jamaah haji yang menukarkan mata uang Riyal Arab Saudi (SAR) untuk kebutuhan di Tanah…

Berkah Prima Perkasa Masuk Efek Syariah

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk sebagai efek syariah. Deputi Komisioner Pengawas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…