Sidomulyo Cari Modal Lewat Rights Issue - Pangkas Beban Utang

NERACA

Jakarta -Perusahaan jasa angkutan kimia PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat aksi korporasi penerbitan saham terbatas atau rights issue. Nantinya dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk melunasi utang.”Perseroan membidik dana rights issue sebesar Rp 150 miliar, saat ini perseroan tengah mempersiapkan dokumen dan menunggu pembeli siaga,”kata Erwin Hardiyanto, Direktur Keuangan SDMU di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, selain mayoritas dana hasil rights issue untuk membayar utang, perseroan juga akan mengalokasikan dana hasil aksi korporasi tersebut untuk peremajaan armada. Disebutkan, perseroan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk peremajaan armada. Saat ini, perseroan memiliki 320 unit armada. Dimana dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 20 miliar, hanya 15 unit yang diremajakan.

Kata Erwin, saat ini utilisasi armada perseroan sudah mencapai 75% dan untuk saat ini belum ada rencana untuk melakukan penambahan armada baru lagi karena saat ini kapasitas yang ada masih mencukupi.”Armada belum ada penambahan, fokus kami pada peremajaan dulu,”tegasnya.

Menurutnya, peremajaan armada merupakan salah satu strategi perseroan untuk menekan angka kerugian yang dicatatkan perseroan selama dua tahun berturut-turut. Selain peremajaan armada, manajemen juga mengajukan tambahan kuota impor ban truk untuk penghematan biaya perawatan. Dengan melakukan impor ban dengan volume lebih besar bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan dari sisi biaya. Asal tahu saja, impor ban truk itu bisa menghemat 18% dari biaya yang dilakukan.

Kemudian untuk mengejar target pertumbuhan bisnis tahun ini, perseroan terus aktif membidik kontrak baru. Teranyar, Sidomulyo tengah membidik dua kontrak baru. Kontrak tersebut diharapkan bakal menambah porsi pendapatan perusahaan dari sektor minyak dan gas pada tahun ini. Saat ini porsi pendapatan perusahaan dari bahan kimia masih mendominasi dengan porsi 60%, sedangkan dari migas hanya 40% dari total kontrak yang ada.

Namun sayangnya, Erwin belum mau berbicara mengenai nilai kontrak karena masih tahap penjajakan. Yang jelas sejauh ini perusahaan masih memiliki kapasitas untuk kontrak baru. Bila butuh pun, manajemen siap melakukan penambahan armada sesuai kebutuhan kontrak yang didapat. "Itu akan kami lihat dulu prospeknya akan seperti apa? apakah perlu armada baru atau tidak," lanjutnya.

Manajemen memang berharap banyak dari sektor minyak. Pasalnya dari bahan kimia permintaan cenderung stagnan. Sedangkan di sektor migas justru dengan pengambilalihan blok-blok migas besar oleh pemerintah membuka peluang pihaknya untuk mendapatkan kontrak. “Selama minyak dunia harganya masih membaik itu potensial, tapi kalau turun ke kami juga ada efeknya," ungkapnya.

Sepanjang tahun 2018 kemarin, perseroan berhasil menekan dari sebelumnya Rp 37,80 miliar menjadi Rp 30,80 miliar. Lantaran masih membukukan rugi, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyepakati untuk tidak membagikan dividen.

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet - Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…