Dewata Cari Modal Lewat Rights Issue - Danai Akuisisi 51% Saham ADK

NERACA

Jakarta – Perkuat likuiditas, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan melepas sebanyak-banyak 280 juta lembar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten tranportasi logistik itu menyebutkan, nantinya dana hasil right issue akan digunakan untuk melakukan akuisisi 51% saham PT Atlas Dayana Kapital (ADK), milik komisaris Utama DEAL, Rico Rustombi senilai Rp10,86 miliar dan Deddy Happy Hardi senilai Rp1,06 miliar. Selanjutnya oleh ADK, dana tersebut akan menjadi setoran modal kepada anak usaha PT Baruna Berkah Adhiguna (BBA), perusahaan pelayaran dan jasa pertambangan.

Sehingga berdasarkan peraturan No IX.E.I Bapepam LK tentang transaksi afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu maka rencana tersebut merupakan transaksi afiliasi. Untuk itu, perseroan akan mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 12 Juni 2019, guna memperoleh persetujuan rencana aksi korporasi.

Asal tahu saja, perseroan melalui anak usahanya PT Dewata Makmur Bersama tengah mempersiapkan ekspansi bisnis di bidang logistik energi. PT Dewata Makmur Bersama saat ini bergerak pada kegiatan usaha EPC (Engineering, Procurement, dan Construction) tengah bersiap untuk merampungkan inisiasi kontrak untuk pengiriman batu bara di wilayah Pulau Kalimantan dengan nilai investasi Rp200 miliar yang diharapkan dapat direalisasikan pada kuartal II/2019.

Direktur Keuangan DEAL, Nurhasanah pernah bilang, guna memenuhi kontrak tersebut, perseroan telah mempersiapkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp50 miliar sampai dengan Rp100 miliar untuk menambah armada sebanyak 40–60 unit dump truck. Selain itu, melalui anak usahanya yang lain yakni PT Arrow Chain Management Logistics menambah peluang perseroan untuk menjadi perusahaan logistik yang terintegrasi dengan merambah bisnis dagang-el melalui kontrak bisnis yang telah terjalin sebelumnya.

Dengan berbagai ekspansi bisnis yang dilakukan pada 2019, DEAL menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 84% atau Rp347 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan target pendapatan pada 2018 yakni Rp187 miliar.Pendapatan tersebut diproyeksi disumbang oleh kontribusi dari lini bisnis transportasi sebesar 71%, logistik 20%, dan usaha bisnis yang lain sebesar 9%.

BERITA TERKAIT

Penuhi Kebutuhan Belanja Modal - Bank Permata Beri Pinjaman Anak Usaha TOWR

NERACA Jakarta –Danai kebutuhan belanja modal dan ekspansi bisnisnya, PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara…

Patok Rights Issue Rp 900 Persaham - Anabatic Bidik Dana Segar Rp 396,128 Miliar

NERACA Jakarta -  Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya dan juga modal kerja, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) akan menggelar…

Manfaatkan Patent Mapping - Pemerintah Cari Peluang Inovasi Pendukung Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kalangan peneliti maupun pengambil kebijakan yang terlibat dalam melakukan kegiatan inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Hal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…

Bangun Pabrik di Kalteng - SIMP Targetkan Rampung di Kuartal IV

NERACA Jakarta – Memacu kapasitas produksi crude palm oil (CPO), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) terus menambah pabrik baru.…