Laju IHSG Masih Dihantui Aksi Profit Taking

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/6), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,5% (29,81 poin) ke kisaran 6.276,18. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,3% ke kisaran 464,78, indeks LQ45 turun 0,6% ke kisaran 996,18, JII turun 0,3% ke 672,35.

Kata analis Reliance Sekuritas, Lanjar N. Taulat, terkoreksinya indeks tersebut dipengaruhi dua faktor utama. Pertama harga minyak mentah global akibat stok persediaan di AS kian kuat. Kedua, adanya kekhawatiran prospek pembangunan infrastruktur yang sedikit terhambat karena pergantian kabinet baru di masa jabatan periode kedua Presiden Jokowi. "Meskipun produksi semen dalam negeri diperkirakan meningkat karena adanya peningkatan pembangunan infrastruktur pasca pemilu tidak cukup membantu,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Atas keduanya, tak heran jika IHSG terkoreksi cukup dalam setelah berhasil menguat sejak akhir bulan lalu lantaran, euforia rating utang dan risiko industri perbankan Indonesia oleh S&P. Lanjar juga bilang, pelemahan ini bisa menjadi sinyal aksi ambil untung investor jangka dalam jangka pendek.Untuk perdagangan Kamis (13/6), dirinya merekomendasikan saham yang layak dikoleksi adalah CPIN, MAIN, AKRA, ESSA, PGAS dan LPCK

Sementara menurut analis Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, IHSG masih berpeluang untuk mengalami kenaikan. "Fase konsolidasi terlihat akan segera dilewati, capital inflow sejak awal tahun juga masih tercatat tenang sehingga dapat mendongkrak kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," tambah dia.

William menerka IHSG masih bisa berpotensi menguat di kisaran 6.123-6.336. Sementara itu, Lanjar menargetkan IHSG masih akan tertekan karena dihantui aksi ambil untung investor dengan potensi menutup gap di kisaran 6.200-6.300. Pada perdagangan kemarin, sektor agri datar, industri dasar turun 0,6%, konsumsi naik 0,3%, keuangan turun 0,5%, infrastruktur turun 1,4%, manufaktur turun 0,2%, tambang turun 1,7%, aneka industri turun 1,2%, properti datar, perdagangan datar. Saham PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) naik 19,7% (Rp 1.475) ke Rp 8.950, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) naik 22,4% (Rp 880) ke Rp 4.800, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik 24,6% (Rp 860) ke Rp 4.360.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 9,3% (Rp 1.750) ke Rp 17.150, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun 10,7% (Rp 1.225) ke Rp 10.225, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun 7,2% (Rp 550) ke Rp 7.050. Sementara di bursa Asia kemarin, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,35% ke 21.129,72, indeks Topix Tokyo turun 0,45% ke 1.554,22, Hang Seng Hong Kong turun 1,73% ke 27.308,46, CSI 300 turun 0,76% ke 3.691,1, S&P/ASX 200 Australia turun 0,04% ke 6.543,74, Straits Times Index turunn 0,18% ke 3.203,84.

Pada pembukaan perdagangan Rabu (12/6), IHSG dibuka melemah 0,5% (32,43 poin) ke kisaran 6.273,56. Hariyanto Wijaya, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, IHSG dibuka lebih rendah tetapi ditutup lebih tinggi pada hari Selasa di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa BI akan melakukan monetary easing pada 2H19. Investor asing mencatat net buy Rp 241 miliar.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…