Persatuan Indonesia Mutlak, Dukung Demokrasi Konstitusional

Oleh : Anwar Ibrahim, Mahasiswa Komunikasi UIN Jakarta

Pesta demokrasi bukanlah ajang untuk saling menjauhkan antar warga yang berbeda pilihan, demokrasi merupakan cara untuk menemukan pemimpin terbaik dari putra terbaik melalui suara yang diberikan oleh masyarakat, dengan prinsip suara rakyat adalah suara Tuhan. Demokrasi konstitusional merupakan peradaban berpolitik yang bermartabat, yang membenarkan setiap insan dapat berbeda pandangan politik dengan damai tanpa anarkisme.

Dalam perjalanan Pemilu, isu seperti hoax, klaim kemenangan hingga fitnah kepada KPU memang menjadi berita yang mengisi berbaga kolom berbagai media maupun daring. Tentu dibutuhkan kedewasaan berpolitik untuk merawat persatuan, pemerintah juga telah memberikan jalur konstitusi yang memungkinkan kubu manapun melaporkan berbagai ketidakpuasannya , namun pelaporan juga harus memilki data yang kuat bukan berdasarkan narasi narasi yang sengaja diciptakan untuk mengenyampingkan proses yang sesuai ketentuan dan Tidak lantas mengerahkan people power tanpa menunjukkan bukti yang jelas kepada Bawaslu.

Secara logika, apabila kita menuduh adanya kecurangan maka kita wajib menyertakan bukti yang kuat bahwa kecurangan itu ada. Bukan orang lain yang mesti menyanggahnya. Kita harus membuktikan kecurangan itu dulu. Untuk itulah, tuduhan akan kecurangan merupakan trigger yang cukup berbahaya, atas dasar dugaan pemilu curang, aksi demo yang berujung kericuhan pun terjadi, padahal aksi tersebut rawan disusupi pihak-pihak yang memiliki agenda lain yang tidak senafas dengan semangat demokrasi bahkan terorispun dapat memanfatkan sehingga suasana semakin tudak aman di.masyarakat.

Saat ini memang Indonesia sedang belajar berdemokrasi, dan salah satu prasyarat utama sebuah negara agar dapat disebut sebagai negara yang terkonsolidasi demokrasinya, adalah ketika masyarakat memandang Pemilu atau demokrasi, sebagai satu – satunya aturan main, dan menerima hasil resmi yang konstitusional bukan justru dihancurkan dengan berbagai rekayasa dan manuver yang membahayakan kehidupan bernegara.

Pemilu memang penting bagi sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, namun persatuan sebagai satu bangsa dan negara juga tak kalah penting dan mutlak dibutuhkan demi terwujudnya kemajuan pembangunan Indonesia.

Untuk itu masayarakat Indonesia harus cerdas bahwa sistem.demokrasi yang kita sepakati merupakan cara bermartabat untuk kita mebcapai kesejahteraan bangsa melalui.kontrol sosial.dan politik terhadap agenda nasional. Mari.kita dukung semua keputusan yang telah sesuai dengan mekanisme demokrasi yang konstitusional tanpa mau diprovokasi untuk.melakukan tondakan anarkis yang merusak persatuan kita dan kemanusiaan kita sebagai.sesama anak.bangsa.

BERITA TERKAIT

Menelisik Sosok Firli, Ketua KPK yang Baru

  Oleh : Dwi Ayu, Pemerhati Sosial Politik   Irjen Pol. Firli Bahuri, menjadi satu – satunya calon pimpinan KPK…

Karut Marut Birokrasi dan Layanan Kemudahan Investor

    Oleh: Pril Huseno Info Bank Dunia kepada Presiden Jokowi terkait 33 perusahaan China yang hengkang dari negaranya, dan…

Jurus Jitu Dongkrak Pertumbuhan via FDI Berbasis Ekspor

  Oleh: Roni Agung, Staf Bea Cukai Cikarang Kemenkeu Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai kisaran 5,3%. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan Foreign Direct Investment…

BERITA LAINNYA DI OPINI

E-Commerce Dukung UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Ika Puspita Karyati, Staf Pusdiklat Keuangan Umum BPPK, Kemenkeu   Kita telah memasuki era digital, dimana semua hal memungkinkan…

Memilih Menteri Merupakan Hak Prerogatif Presiden

  Oleh : Rendi Alfiansyah, Pengamat Masalah Sosial Politik   Pemilu 2019 telah usai, masyarakat-pun mulai menerka – nerka siapa…

Menelisik Sosok Firli, Ketua KPK yang Baru

  Oleh : Dwi Ayu, Pemerhati Sosial Politik   Irjen Pol. Firli Bahuri, menjadi satu – satunya calon pimpinan KPK…