Lebaran, Trafik Data Indosat Naik 40,88%

NERACA

Jakarta – Momentum lebaran atau H-3, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mencatatkan kenaikan trafik data 40,88% dibanding hari biasa. Kenaikan ini setara dengan sekitar 8.997 terabyte (TB). Sementara itu, jika dibandingkan dengan H-3 lebaran 2018, peningkatan trafik data ISAT pada lebaran tahun ini adalah sebesar 68,53%.

Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Turina Farouk dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, peningkatan trafik data ini terutama disebabkan oleh tingginya penggunaan aplikasi sosial media, seperti Youtube, WhatsApp, Facebook, dan Instagram.”Penggunaan aplikasi mobile gaming seperti Mobile Legend dan Free Fire juga menyumbang kenaikan trafik data ini,"ujarnya.

Disampaikannya, penggunaan trafik data tertinggi terjadi di area Jawa Tengah. Di samping itu, trafik SMS juga naik sekitar 5% dibanding hari biasa selama H-7 sampai H+5 lebaran 2019. Keberhasilan pengiriman SMS baik ke sesama pelanggan Indosat Ooredoo maupun antar-operator mencapai lebih dari 91%.

Hal ini menunjukkan, tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pengiriman SMS walau terjadi kepadatan jalur pengiriman antar-operator. Di sisi lain, trafik voice selama masa lebaran menurun sekitar 13%. Untuk dapat mengantisipasi kenaikan trafik telekomunikasi yang selalu meningkat di masa mudik dan perayaan lebaran, Indosat Ooredoo telah meningkatkan kapasitas jaringannya.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga melakukan pemantauan kualitas jaringan melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC), pemantauan kualitas layanan melalui Indosat Ooredoo Service Operation Center (ISOC), serta mengaktifkan Command Center Lebaran yang beroperasi 24 jam. Tahun ini, operator telekomunikasi berkomitmen mengalokasikan dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun untuk pembiayaan ekspansi dalam tiga tahun ke depan.

Dimana tiga tahun itu dimulai dari 2019 ini dengan total US$ 2 miliar dan komitmen sebesar itu karena perusahaan menilai tiga tahun cukup menyakinkan. Apalagi, melihat 2018 pemakaian data meningkat hingga 72,2% dari tahun lalu menjadi 1,87 terrabyte. Untuk di 2019, perusahaan telah menganggarkan dana untuk capital expenditure (capex) sebesar Rp 10 triliun. Dimana 90% dana capex itu akan digunakan untuk pengembangan jumlah base transceiver station (BTS) 46 sebanyak 18.000 di tahun ini.

BERITA TERKAIT

Ditunggu Publik, Realisasi UU Perlindungan Data Pribadi

NERACA Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu realisasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Pasalnya, aturan itu bisa memberi perlindungan…

Dampak Perang Dagang - Ekspor MARK Ke Malaysia Berpeluang Naik 7%

NERACA Jakarta – Selalu mencari peluang di tengah tantangan bisnis global adalah strategi pelaku bisnis dan hal inilah yang dilakukan…

Selama Puasa Hingga Lebaran, BPSK Kota Sukabumi Sepi Pengaduan

Selama Puasa Hingga Lebaran, BPSK Kota Sukabumi Sepi Pengaduan NERACA Sukabumi - Sepanjang puasa hingga Idul Fitri 1440 H, Badan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…