Golden Flower Patok IPO Rp 288 Persaham

NERACA

Jakarta – Berdasarkan hasil roadshow penawaran umum saham perdana pada 17 Mei-27 Mei 2019, PT Golden Flower menetapkan harga penawaran perdana saham pada level Rp288 per saham.“Selama masa penawaran, respon pasar cukup bagus,”kata John Octavianus, Head of Investment UOB Kay Hian sebagai penjamin emisi di Jakarta, kemarin.

Perusahaan garmen dan tekstil yang fokus memproduksi pakaian wanita dengan merek seperti Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY dan American Eagle itu akan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 20% dari total modal yang ditempatkan atau disetor penuh perseroan.Maka jika mengacu pada harga final penawaran saham, maka dana yang diincar dari hasil IPO sebanyak Rp43,2 miliar.

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada 17 Mei 2019, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain lain.Pada 2018, Golden Flower mencatatkan penjualan sebesar Rp438,46 miliar atau naik 0,16% secara tahunan. Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar, sedangkan Rp23,05 miliar lainnya berasal dari penjualan lokal. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan pada tahun lalu sebesar Rp8,97 triliun atau naik 9,39% secara tahunan.

Dalam tiga tahun terakhir, laba perusahaan sangat fluktuatif. Bila menilik ikhtisar laporan keuangan, pada tahun 2016 total laba bersih komprehensif perusahaan ini tercatat sebesar Rp 47,44 miliar. Laba Golden Flower turun 82% menjadi Rp 8,24 miliar pada 2017 dan naik menjadi Rp 13,19 miliar di tahun lalu. Per akhir Desember 2018, Golden Flower memiliki total aset Rp Rp 315,72 miliar dengan liabilitas Rp 203,42 miliar.

Perusahaan yang berlokasi di Semarang ini akan melakukan penawaran umum pada 17-20 Juni 2019. Adapun, tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia diperkirakan pada 26 Juni 2019.Sebelum ditawarkan kepada publik, modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan mencapai 600 juta saham. Sebanyak 99% dari jumlah saham itu atau sebesar 599,96 juta saham, dimiliki oleh PT Profashion Apparel. Sedangkan sisanya dimiliki oleh oleh komisaris utama perusahaan Po Sun Kok sebanyak 0,07% atau sekitar 40.000 saham. Dari situ, total jumlah nilai nominal modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan sebesar Rp 60 miliar.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…