Ristia Bintang Berencana Bangun Hotel Ubud Bali - Kejar Pertumbuhan Recurring Income

NERACA

Jakarta – Mempertimbangan kondisi politik yang dinilai masih belum kondusif dan juga pasar properti yang masih lesu, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) tahun ini mematok pertumbuhan bisnisnya sangat konservatif. Dimana perseroan menargetkan pertumbuhan laba dan pendapatan sama dengan tahun lalu. Namun demikian, perseroan properti ini masih memiliki rencana ekspansi bisnis yang bakal digarap pasca Lebaran nanti.

Direktur Utama PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk, Richard R Wiriahardjaja mengatakan, perseroan bakal membangun hotel di Ubud Bali diatas lahan seluas 1 hektar guna mengejar pertumbuhan pendapatan recurring incoma atau pendapatan berulang. “Nantinya hotel yang nyaman dan penuh fasilitas tersebut akan memiliki 90 kamar. Diperkirakan total investasi untuk membangun hotel itu mencapai Rp200 miliar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, investasi pembangunan hotel akan dilakukan secara bertahap. Dimana untuk investasi awal diperkirakan sebesar Rp 60 miliar dan dana tersebu diambil dari sebagian belanja modal yang dialokasikan tahun ini sebanyak Rp 100 miliar. Lebih lanjut Richard mengungkapkan, perusahaan akan bekerjasama dengan beberapa operator hotel terkenal kelas dunia yakni JW Marriott dan Intercontinental. Saat ini, pihaknya tengah mengadakan beautycontest untuk memilih salah satu dari operator hotel terkenal tersebut.

Richard berharap, dibulan Juni 2019, perusahaan sudah menetapkan pilihan siapa operator hotel yang akan dipilih. Sehingga pada bulan Agustus nanti, pihaknya sudah melakukan tender pembangunan hotel."Setelah memilih nanti pada bulan Juni, kemudian perusahaan bersama pemegang merk mulai mendisgn dengan arsitek sehingga bulan Agustus sudah mulai tender pembangunan hotel,"ungkapnya.

Selain itu, guna mengejar pertumbuhan bisnis tahun ini, perseroan masih mengandalkan proyek pembangunan rumah bersubsidi dan tahun ini melalui anak usahanya PT Alam Indah Selaras (AIS) dan PT Manggala Citra Abadi (MCA) bakal membangun perumahan di Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Menurut Richard, saat ini anak AIS tengah membebaskan lahan baru seluas 28 hektar (ha). Artinya, total lahan yang sudah dibebaskan mencerminkan lebih dari 90% dari total lahan yang dizinkan mencapai 30 ha."Masih dalam proses pembebasan lahan dan saat ini sudah lebih dari 90% atau sudah seluas 28 ha"tutur Richard.

Richard mengaku, perusahaan nantinya akan membangun sebanyak 3.000 unit rumah diatas lahan seluas 30 ha tersebut. Adapun nilai investasinya sekitar Rp300 miliar. Dana tersebut berasal dari hasil rights issue dan pinjaman perbankan."Perumahan ini juga untuk mengurangi backlog. Dalam membangun perumahan ini, perusahaan juga telah bekerjasama dengan beberapa bank seperti BNI, BTN, BNI Syariah dan yang baru ada BJB,"kata Richard.

Jika sesuai jadwal, diharapkan perumahan tersebut akan mulai dibangun setelah Hari Raya Idul Fitri nanti. Dengan demikian pada bulan Juli tahun ini, perusahaan sudah dapat melaksanakan penjualan rumah yang dibanderol seharga Rp140 juta per unitnya."Target kami bisa menjual 600 unit mulai Juli nanti. Sehingga, di estimasi perusahaan akan mengantongi dana sekitar Rp84 miliar dari hasil penjualan rumah tersebut,"ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Pemprov Jabar Bangun Flyover Sukabumi

Pemprov Jabar Bangun Flyover Sukabumi NERACA Sukabumi - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bangun flyover (jembatan layang) diatas rel…

Refinancing Utang Jatuh Tempo - Alam Sutera Berencana Divestasi Aset Gedung

NERACA Jakarta – Lesunya pasar properti dalam negeri memberikan dampak terhadap pencapaian penjualan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Tercatat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…