Jakarta Fair Jadi Ajang Pamerkan Produk Unggulan Daerah

NERACA

Jakarta – Penyelenggaraan Jakarta Fair 2019 yang dihelat di Jakarta International Expo Kemayoran dari 22 Mei hingga 30 Juni menjadi ajang memamerkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah di tanah air.

Aneka produk lokal unik usaha kecil dan menengah unggulan dapat ditemukan tepatnya di Hall B3-C3. Untuk menarik minat pengunjung, stan dihias dengan menampilkan ciri khas provinsi masing-masing.

Salah satu stan yang unik dan juga termasuk banyak dikunjungi pengunjung terlihat di stan milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbagai produk UKM seperti batik, kerajinan dari kayu, fesyen, makanan, hingga tas dipamerkan. "Yang dipamerkan ini adalah produk-produk unggulan dari Yogyakarta," ujar Pemandu Stan Provinsi DI Yogyakarta Jemi Hendri Sugito, disalin dari Antara, di Jakarta.

Ia mengatakan produk-produk yang dipamerkan telah dikurasi terlebih dahulu oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat. Produk-produk itu harus memenuhi standar izin mutu baik dari kesehatan maupun kualitas. "Pengrajin didata dinas perindustrian. Ini salah satu upaya dari pemerintah provinsi untuk meningkatkan daya jual dan promosi," kata dia.

Menurut dia, tahun ini merupakan tahun ke-14 mengikuti perhelatan Jakarta Fair. Namun yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengerajin yang ingin berpartisipasi memamerkan produknya semakin banyak. "Kita giliran seminggu 10 UKM diganti, jadi rolling (bergantian) tiap minggunya, tidak barang itu-itu saja," kata dia.

Senada dengan Jemi, salah satu penjaga stan produk unggulan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur Risma Hidayat mengatakan kegiatan tahunan ini sangat berguna untuk ajang promosi produk unggulan binaan Disperindag.

Menurut dia, pameran ini juga menjadi media menarik investor untuk menanamkan modalnya dalam pengembangan usaha. "Semoga tahun ini ada investor yang mau menanamkan modalnya. Karena masalah UKM itu klasik yakni modal dan pemasaran," kata dia.

Selain stan Jawa Timur dan DIY sejumlah daerah juga memamerkan kerajinan khasnya mereka dalam Jakarta Fair 2019, seperti Aceh, Palembang, Cilacap, Banten, hingga DKI Jakarta. Pameran tahunan yang sudah berlangsung sejak 1968 itu juga memamerkan multiproduk seperti produk otomotif, teknologi, alat olahraga, fashion, perabot, kerajinan tangan, hingga kosmetik.

Pengelola Jakarta International Expo (JIExpo) menargetkan nilai transaksi bisnis dalam Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2019 mencapai Rp7,5 triliun, atau meningkat sekitar tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Target transaksi sebesar Rp7,5 triliun dalam lima pekan penyelenggaraan, meningkat seiring jumlah pengunjung yang juga naik," ujar Marketing Director PT JIExpo, Ralph Scheunemann.

Menurut dia, salah satu faktor yang juga mendorong peningkatan transaksi di Jakarta Fair Kemayoran yakni telah diberikannya Tunjangan Hari Raya (THR) oleh mayoritas pengusaha kepada pekerjanya. Begitupun pencairan THR kepada pegawai negeri sipil. "Jakarta Fair menjadi destinasi menarik," ucapnya.

BERITA TERKAIT

Pemprov Sumsel Targetkan Daerah Terbaik Peduli HAM

Pemprov Sumsel Targetkan Daerah Terbaik Peduli HAM   NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menargetkan daerahnya menjadi yang…

Bangun Infrastruktur Wilayah Selatan, Banten Bebas Daerah Tertinggal

Bangun Infrastruktur Wilayah Selatan, Banten Bebas Daerah Tertinggal NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan, ia berkomitmen terhadap peningkatan…

Menghalau Langit Kelabu Jakarta

Oleh: Ahmad Safrudin, Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbel  Pencemaran udara telah menjadi bahaya laten karena tidak pernah surut setidaknya hampir…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perjanjian Dagang RI-Mozambik Siap Ditandatangani

NERACA Jakarta – Perundingan perjanjian dagang atau Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia-Mozambik selesai dibahas, selanjutnya tim teknik kedua negara…

Pelaku Usaha Sarang Burung Walet Harus Tingkatkan Kualitas

NERACA Jakarta – Para pelaku usaha sarang burung walet di Jawa Tengah diajak untuk meningkatkan kualitas produksi agar bisa mengambil…

Indonesia Kehilangan Pasar Akibat Tertinggal Jajaki Perjanjian

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai bahwa Indonesia banyak kehilangan pangsa pasar (market share) di sejumlah negara akibat…