Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian

NERACA

Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota ke luar Jawa yang disampaikan Presiden Joko Widodo akhir April lalu dinilai akan dapat mendorong permintaan hunian di wilayah ibu kota yang baru.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim memperkirakan jika wacana itu benar-benar terealisasi, maka kemungkinan akan ada 4 jutaan aparatur sipil negara (ASN) yang akan ikut dipindahkan ke ibu kota baru."Kalau jadi dipindahkan, ada 4,3 juta ASN yang harus dipindahkan. Tapi tidak mungkin semua pindah sendiri karena banyak yang sudah berkeluarga dan lainnya," kata dia dalam paparan di Jakarta, Senin (13/5).

Ignasius memperkirakan jika dihitung bersama keluarga ASN kemungkinan akan ada 15 juta orang yang pindah dan membutuhkan rumah di ibu kota baru."Artinya 15 juta orang butuh rumah baru. Ini menarik, karena begitu wacana keluar, pencarian rumah di Palangka Raya langsung mengalami peningkatan," kata dia.

Lebih lanjut, Ignasius menyebut jika wacana pemindahan ibu kota terealisasi, diperkirakan akan ada beberapa hal yang bisa terjadi, di antaranya kebutuhan infrastruktur yang meningkat, serta eskalasi harga tanah untuk mendukung residensial.

"Harga mobil di Kalimantan juga menarik dilihat, karena kepemilikan mobil di Palangka Raya hanya 110.000mobil. Kalau ada 15 juta orang pindah, akan ada permintaan di daerah tersebut," ujar dia.

Hal lain yang juga akan menarik untuk dipantau, lanjut Ignasius, adalah harga properti di Jakarta yang ditinggalkan mereka yang pindah ke ibu kota baru."Kan rumahnya ditinggal, apa akan mengoreksi harga? Itu yang kita tunggu," tutup dia.

Sebelumnya diwartakan, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun meyakini gagasan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta dapat terwujud.

"DPR RI akan memberikan dukungan payung hukum bagi pemindahan ibu kota negara ke lokasi baru," kata Mukhammad Misbakhun, pada diskusi "Berapa Lama Membangun Ibu Kota Baru", di Jakarta, Senin (13/5). Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

DORONG PELAKU UMKM

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan) disaksikan Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) NTB Niken Saptarini Widyawati…

Kemendagri Dorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN Pelaku Korupsi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga kini terus mendorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN…

Kota Sukabumi Masuk Nominasi Pengelolaan JDIH Terbaik Nasional

Kota Sukabumi Masuk Nominasi Pengelolaan JDIH Terbaik Nasional NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masuk dalam nominasi pengelolaan Jaringan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pembangunan Infrastruktur di Tangerang Picu Pertumbuhan Properti

Pembangunan Infrastruktur di Tangerang Picu Pertumbuhan Properti   NERACA Jakarta - Analis properti, Anton Sitorus melihat maraknya pembangunan infrastruktur transportasi di…

Sebanyak 206.500 Unit Rumah Tak Layak Masuk Program Bedah

Sebanyak 206.500 Unit Rumah Tak Layak Masuk Program Bedah   NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus…

Pengembang Gandeng Institusi Pendidikan Pasarkan Apartemen

Pengembang Gandeng Institusi Pendidikan Pasarkan Apartemen NERACA Bogor - PT Emesen Property, pengembang Apartemen La Montana di Kota Bogor, Jawa…