Lewat LinkAja, BNI Syariah Incar Fee Based Naik 52%

NERACA

Jakarta - PT. BNI Syariah mengincar pendapatan berbasis komisi dapat meningkat hingga 52 persen menjadi Rp115 miliar pada tahun ini, yang di antara kontribusinya diharapkan dari komisi transaksi melalui sistem pembayaran LinkAja Syariah. "Selain itu, tahun ini meningkatnya cukup pesat karena memang beberapa layanan digital akan kita kembangkan," kata Sekretaris Perusahaan PT. BNI Syariah Rima Dwi Permatasari seperti dikutip Antara, kemarin.

Di akhir triwulan I 2019, pendapatan berbasis komisi (fee based income) BNI Syariah sudah terkumpul Rp43 miliar atau secara tahunan naik sebesar 41,74 persen (year in year/yoy). Pendapatan komisi itu turut mengerek laba bersih perseroan menjadi Rp135 miliar atau naik 43,26 persen secara tahunan (yoy). Ke depannya, Rima mengatakan wadah atau "platform" pembayaran digital yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan, nantinya akan diintegrasikan dengan LinkAja Syariah.

"Nanti platform kami tidak akan 'head to head' (berhadapan) dengan LinkAja Syariah, bisa saja nanti jutsru LinkAja juga ikut masuk ke platform kami," ujarnya. Pada tahun ini, BNI Syariah juga cukup jor-joran untuk mengembangkan digitalisasi perbankan syariah. Perseroan menyiapkan belanja modal untuk infrastruktur digital hingga Rp68 miliar pada 2019. "Kami program digital perbankan cukup banyak tahun ini. Ada beberapa yang sedang dalam proses," ujarnya.

Gagasan membentuk LinkAja Syariah muncul ketika pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) meluncurkan Rencana Induk atau Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia pada pekan lalu. Penandatanganan nota kesepahaman untuk membentuk LinkAja Syariah juga telah dilakukan oleh PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), dan unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo mengatakan LinkAja Syariah akan mendukung ekosistem digital, khususnya bagi industri perbankan syariah. Misalnya, dana kelolaan dari sistem pembayaran langsung ditampung oleh bank syariah, sehingga lagi tidak melibatkan bank konvensional. Adapun LinkAja Syariah akan memfasilitasi masyarakat untuk bertransaksi di pusat niaga daring (e-commerce), transaksi perbankan, serta pembayaran untuk kegiatan keagamaan seperti zakat dan wakaf. KNKS menargetkan LinkAja Syariah dapat berdiri pada Agustus 2019.

BERITA TERKAIT

OJK Tetapkan Bali United Sebagai Efek Syariah

NERACA Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk atau Bali United sebagai efek syariah. Penetapan…

Dampak Perang Dagang - Ekspor MARK Ke Malaysia Berpeluang Naik 7%

NERACA Jakarta – Selalu mencari peluang di tengah tantangan bisnis global adalah strategi pelaku bisnis dan hal inilah yang dilakukan…

Pangkas Beban Utang - Sidomulyo Cari Modal Lewat Rights Issue

NERACA Jakarta -Perusahaan jasa angkutan kimia PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat aksi korporasi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Masih Miliki Ruang Turunkan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta – Bank sentral klaim masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Seven…

Libur Lebaran, Transaksi Elektronik Mandiri Syariah Tumbuh

    NERACA   Jakarta - Selama libur lebaran Mei 2019, transaksi kanal elektronik (electronic channel) PT Bank Syariah Mandiri…

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…