Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA

Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah ke depan akan mendukung dunia usaha dan industri dengan mengeluarkan kebijakan yang sesuai.

“Kami yakin pemerintah ke depan akan mengeluarkan kebijakan yang baik bagi industri dan iklim usaha,” kata Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Hemant Bakshi di Tangerang, disalin dari Antara di Jakarta.

Menurut Hemant, kebijakan tersebut nantinya akan memberikan dampak yang baik tidak hanya bagi industri, namun juga konsumen dan negara. Diketahui, Perseroan sepanjang 2018;menunjukan geliat agresif dengan meluncurkan 70 inovasi baru; baik itu brand baru, maupun produk dalam format yang baru untuk memperkaya portofolio Perseroan.

Hemant menambahkan, keberadaan perusahaan yang berusia 85 tahun ini memiliki tujuan untuk memasyarakatkan hidup yang berkelanjutan, yaitu hidup ramah lingkungan dan memiliki manfaat sosial.

Untuk itu, pada 2018, Perseroan melakukan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan melalui brand dan juga kegiatan yang berbasis kemasyarakatan yang dilaksanakan melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI).

Dalam hal lingkungan, Perseroan juga melakukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dan juga melakukan upaya untuk menangani sampah kemasan plastik.

Kementerian Perindustrian memproyeksikan industri makanan dan minuman (mamin) serta industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat tumbuh tinggi pada semester I tahun 2019. Kinerja positif pada kedua sektor manufaktur tersebut, didukung adanya momentum Pemilihan Umum dan Ramadan.

“Kami meyakini, konsumsi produk-produk sektor industri itu semakin meningkat, terutama di pasar domestik. Hal ini seiring pelaksanaan Pemilu dan masuknya bulan Ramadan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar di Jakarta, belum lama ini.

Haris menjelaskan, selama ini industri mamin dan TPT konsisten memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan sektor nonmigas dan ekonomi nasional. Kemenperin mencatat, sepanjang tahun 2018, pertumbuhan industri TPT sebesar 8,73 persen serta industri mamin di angka 7,91 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu yang menembus 5,17 persen.

“Kami berharap, industri mamin akan tumbuh 9 persen lebih. Pertumbuhan sektor ini juga ditopang karena adanya peningkatan investasi, termasuk di industri TPT serta alas kaki,” ungkapnya. Sekjen Kemenperin optimistis, beberapa sektor manufaktur lainnya akan menunjukkan pula geliat positif seperti industri logam, petrokimia, elektronika, dan otomotif.

“Sektor-sektor tersebut yang memang kami prioritaskan pengembangannya agar lebih berdaya saing global, sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0,” ujarnya. Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan dalam perizinan usaha.

“Yang sudah bisa kita lihat bahwa Pemilu berjalan aman dan lancar. Artinya, dari sisi sosial, politik dan ekonomi, akan terjadi hal yang baik. Untuk itu, kepercayaan kepada pemerintah harus terus dijaga. Program yang sudah berjalan baik, perlu didukung,” paparnya.

Adanya langkah sinergi tersebut, pemerintah juga akan memberikan keyakinan kepada para investor bahwa mereka bisa berbisnis di Indonesia dengan aman. “Selain itu, agar industri dapat tumbuh, pemerintah memacu dengan memberikan insentif. Misalnya yang akan dikeluarkan, yakni super deductible tax untuk mendukung inovasi dan vokasi industri,” imbuhnya.

Seiring dengan bergulirnya era digitalisasi, pemerintah aktif mengajak pelaku industri nasional agar dapat memanfaatkan teknologi terkini. Penerapan teknologi industri 4.0 ini guna meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.

“Pemerintah terus mendorong apabila ada investasi yang masuk, harus ada transfer teknologi,” tutur Haris. Industri manufaktur juga dipacu untuk semakin giat melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan dalam menunjang penciptaan inovasi produk.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo menginginkan fokus pembangunan nasional saat ini adalah pengembangan SDM yang berkualitas. Maka itu, pemerintah memfasilitasi penyediaan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan industri. Apalagi, Indonesia sedang menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030, yang menjadi potensi untuk mendongkrak perekonomian nasional.

BERITA TERKAIT

Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Himpuni Jadi Mitra Strategis Pemerintah

NERACA Jakarta – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Maryono yang resmi menjadi Kordinator Presidium III Perhimpunan Organisasi…

TERKAIT RENCANA REVISI UU DUNIA USAHA - Presiden Minta Masukan dari Kalangan Pengusaha

Jakarta-Presiden Jokowi memanggil kalangan pengusaha yang tergabung Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Kadin Indonesia dan Hipmi, untuk meminta masukan terobosan baru…

Dukung Hasil Keputusan Sidang MK Demi Persatuan Bangsa

    Oleh: Muhammad Martin Abdullah, Mahasiswa Unas Jakarta   Pelaksanaan Pemilu 2019 ini banyak pihak menilai sudah berjalan baik…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Minerba - Pabrik Pengolahan Nikel 230.000 Ton Ditargetkan Beroperasi 2021

NERACA Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Akuakultur - Penerapan Prinsip Berkelanjutan di Budidaya Tilapia Diapresiasi

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi komitmen penerapan budidaya berkelanjutan dalam meningkatkan produksi ikan nila nasional oleh…

Dunia Usaha - Revitalisasi Pabrik Gula Harus Didukung Inovasi Teknologi

NERACA Jakarta – Revitalisasi pabrik gula di Indonesia harus didukung adanya inovasi dalam teknologi. Pemerintah perlu membangun dan mengembangkan ekosistem…