TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta - Bayar Utang Eksisting

NERACA

Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar AS di luar negeri atau global bond maksimal US$ 850 juta atau setara Rp 12,24 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.400 per dollar AS.

Kata Direktur Keuangan Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso, dana penerbitan obligasi ini rencananya akan digunakan perusahaan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) sejumlah utang eksisting perseroan. Untuk aksi korporasi tersebut, lanjutnya, perseroan masih menunggu kepastian kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.” Global bondmaksimal US$ 850 juta untuk antisipasi saja jadi belum ada plan dalam waktu dekat. Tergantung market, lihat cost of fund juga,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selanjutnya untuk memacu pertumbuhan bisnisnya dengan menargetkan 3000 tenant baru, perseroan tahun ini berencana menambah sebanyak 1.000 menara telekomunikasi, baik dengan pembangunan sendiri maupun melalui akuisisi. Jumlah tersebut akan mengandalkan kas internal dan sebagian mengandalkan fasilitas sindikasi yang belum ditarik. Di luar itu, manajemen juga akan mengkombinasikan dana yang berasal dari penerbitan obligasi untuk mendukung ekspansi bila diperlukan.

Akhir tahun lalu, jumlah menaranya mencapai 15.032. Target tenant-nya atau penyewa menara diharapkan bertambah sebanyak 2.000 di tahun ini dengan posisi di akhir tahun lalu yang sebanyak 25.459 tenant. Dia menyebutkan, tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal senilai Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun. Dananya akan berasal dari pendanaan internal dan plafon pinjaman yang saat ini dimiliki perusahaan senilai US$ 600 juta dari 10 kreditor.

Di kuartal pertama tahun ini, TBIG memiliki 25.998 penyewaan dengan 15.192 sites telekomunikasi yang terdiri dari 15.131 menara telekomunikasi dan 61 jaringan DAS. "Untuk saat ini semua perusahaan telekomunikasi melakukan role out di 4G, sampai kuartal I-2019 kami nambah 500 tenant dan itu sebagian besar 4G,"ujar Helmi .

Dengan tambahan 510 tenant, TBIG mencatat pendapatan sebesar Rp 1,13 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 965 miliar. Selain itu dari sisis rasio kolokasi juga mengalami peningkatan dari 1,69x menjadi 1,71 x. Pendapatan terbesar berasal dari Telkomsel yang mencapai 44%, disusul kemudian Indosat sebesar 21% dan XL Axiata yang mencapai 18%. Tahun ini dirinya optimis dengan target penambahan 3.000 tenant akan mampu mengerek kinerja perusahaan. "Revenue dan EBITDA sih pasti growth kalau tenant growth. Yang penting, kami juga harapkan semua operator kondisi keuangannya sehat, tergantung mereka juga kalau bisnis mereka bagus ke kami juga bagus,"jelasnya.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) TBIG menyetujui pembagian dividen senilai Rp 600 miliar untuk para pemegang sahamnya atas laba bersih untuk tahun buku 2018. Nantinya para pemegang saham akan menerima sebesar Rp 138/saham.”Dalam RUPST perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 600 miliar dan per sahamnya akan memperoleh Rp 138. Akan dibagikan pada 21 Juni 2019 nanti," kata Helmy.

Dalam RUPST yang sama, perusahaan juga memutuskan penggunaan laba bersih senilai Rp 500 juta sebagai cadangan umum.

BERITA TERKAIT

Tawarkan Bunga Hingga 10,50% - Mandala Finance Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Mandala Multifinance Tbk akan menerbitkan sekaligus menawarkan surat utang bertajuk Obligasi Berkelanjutan III…

Ekonomi Global Melambat - Fund Rising di Pasar Modal Masih Rendah

NERACA Jakarta – Kendatipun minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar dan berbagai aksi korporasi berupa penerbitan…

Pangkas Beban Utang - Sidomulyo Cari Modal Lewat Rights Issue

NERACA Jakarta -Perusahaan jasa angkutan kimia PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) berencana mencari pendanaan di pasar modal lewat aksi korporasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…