Tips Sukses Puasa dan Menurunkan Berat Badan Sekaligus

Pada teorinya, puasa bisa membantu menurunkan berat badan. Pola makan yang berubah membuat asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh ikut berkurang. Namun, menurunkan berat badan saat puasa bukan hal mudah. Ada saja godaan aneka menu berbuka puasa yang bikin lapar mata. Kendati demikian, bukan hal yang mustahil jika Anda ingin mencobanya. Ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk mewujudkan tubuh yang sehat dan tak melar setelah puasa dikutip dari CNN Indonesia.com.

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Hidrasi adalah kunci menurunkan berat badan. Asupan cairan yang cukup membuat Anda mampu mengontrol nafsu makan. Minum dua liter air putih dalam sehari agar tubuh tetap terhidrasi. Namun, perlu dicatat, cairan yang dibutuhkan agar tubuh tetap terhidrasi adalah air putih, bukan teh atau kopi. Dua nama minuman terakhir memiliki sifat diuretik yang memicu keluarnya urine dan membuat tubuh dehidrasi.

2. Batasi konsumsi garam saat sahur

Kurangi asupan garam saat sahur. Hal itu perlu dilakukan agar tak timbul rasa haus berlebih hingga dehidrasi. Konsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayuran agar perut merasa kenyang lebih lama dan mencegah overeating saat tiba waktu berbuka puasa.

3. Asupan karbohidrat kompleks

Tubuh yang kian melar setelah berpuasa sebulan penuh disebabkan oleh terlalu banyak asupan karbohidrat olahan seperti roti, nasi putih, tepung, dan gula. Jenis karbohidrat ini bisa menaikkan dan menurunkan gula darah secara cepat. Ganti karbohidrat olahan dengan karbohidrat kompleks seperti beras merah, roti gandum, dan pasta cokelat yang kaya serat. Karbohidrat kompleks memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan membantu mengontrol kadar gula darah.

4. Bersantap perlahan

Makan perlahan dan nikmati tiap kunyahan atau gigitan akan membuat Anda makan lebih sedikit saat berbuka puasa. Selain itu, biasakan untuk mengonsumsi makanan malam sekitar 1-2 jam setelah berbuka puasa. Biarkan tubuh mencerna takjil dengan sempurna agar selanjutnya siap menyerap sajian makan malam yang lebih besar.

5. Maksimalkan jalan kaki

Meski puasa, olahraga harus tetap dilakukan. Jalan kaki merupakan olahraga paling praktis dan ringan dilakukan sembari ngabuburit. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mengubah sesi jalan kaki biasa menjadi agenda penurunan berat badan. Mengutip Daily Star, ubah rute jalan kaki Anda. Coba ambil jalur berbeda dengan rute yang lebih panjang dari biasanya. Selain itu, usahakan pula melewati rute tidak datar dan sedikit diwarnai oleh tanjakan dan turunan kecil demi meningkatkan jumlah kalori yang terbakar.

Kedua, pikul beban di punggung. Beban bisa berupa buku atau air minum. Tujuannya adalah agar Anda tak perlu repot saat tiba waktunya berbuka puasa. Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan untuk mengeliminasi aneka aktivitas fisik termasuk olahraga.

Sekalipun berpuasa, Anda juga tetap disarankan untuk berolahraga. Olahraga tetap musti masuk dalam agenda kegiatan tentu dengan porsi dan jenis berbeda. Menurut Anar Allidina, ahli gizi yang berbasis di Ontario, Kanada, waktu terbaik untuk berolahraga selama Ramadan ialah sebelum matahari tenggelam. "Anda bisa mendorong diri lebih (untuk berolahraga) karena tahu sebentar lagi waktunya berbuka," kata dia dilansir dari Global News.

Jika jadwal kegiatan kurang memungkinkan, Allidina merekomendasikan untuk berolahraga satu jam setelah makan. Waktu satu jam diasumsikan tubuh sudah mencerna sebagian makanan dan sudah ada energi. Chrana Iwantha, pelatih kebugaran di gym India Club, Dubai menyarankan untuk melakukan olahraga jalan cepat. Jenis olahraga ini cocok dilakukan semua kalangan dari berbagai usia.

Buat mereka yang gemar berolahraga di dalam ruangan atau gym bisa mencoba olahraga luar ruangan. Jika masih ingin berolahraga di gym, dia menyarankan untuk menggunakan alat dengan kecepatan rendah. "Lebih baik fokus pada latihan kardio ringan, dan tidak membuat tubuh berlatih dengan intensitas tinggi selama berpuasa," kata Iwantha melansir dari Gulf News.

Untuk mengimbangi aktivitas olahraga, perlu ada asupan makanan yang tepat. Allidina berkata smoothie bisa memberikan asupan bergizi dalam jumlah pas. Dia merekomendasikan smoothie yang terbuat dari buah-buahan, sayuran, biji chia dan selai kacang. "Kuncinya di protein. Itulah yang akan membuat Anda kenyang," imbuhnya.

Sedangkan Iwantha menyarankan untuk memberikan asupan karbohidrat seperti pisang, selai kacang, ubi demi menjaga stamina. "Untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan, lebih baik hindari makanan berat, diet tanpa karbohidrat dan memperbanyak asupan daging putih, buah-buahan dan sayuran," katanya.

BERITA TERKAIT

Pajak dan Retribusi Kuningan 2018 Sangat Memprihatinkan - PDAU Penyumbang Terkecil

Pajak dan Retribusi Kuningan 2018 Sangat Memprihatinkan PDAU Penyumbang Terkecil NERACA Kuningan – Pada putaran realisasi APBD 2018, ternyata masih…

Bupati Pandeglang Minta ASN Tak Tergiur Pungli dan Korupsi

Bupati Pandeglang Minta ASN Tak Tergiur Pungli dan Korupsi NERACA Pandeglang - Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta seluruh Aparatur Sipil…

Perluas Pasar Ekspor - HK Metals Buka Pasar Ke Australia dan Kanada

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) terus perluas pasar ekspor. Teranyar, perseroan tengah membidik…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Tips Sukses Puasa dan Menurunkan Berat Badan Sekaligus

Pada teorinya, puasa bisa membantu menurunkan berat badan. Pola makan yang berubah membuat asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh…

5 Cara Basmi Bau Mulut Saat Berpuasa

Selama bulan Ramadan, umat Islam musti berkawan dengan haus dan lapar. Kurang lebih 13 jam tubuh tidak memperoleh asupan apapun.…

Vitamin A juga Memperkuat Imun dan Cegah Jerawat

Vitamin A merupakan salah satu mikronutrien yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin yang larut dalam lemak ini penting untuk kesehatan.…