Tanaman Pangan Pemicu NTP Banten April Turun 0,21 Persen

Tanaman Pangan Pemicu NTP Banten April Turun 0,21 Persen

NERACA

Serang - Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor tanaman pangan yang turun 0,97 persen memicu NTP Banten turun 0,21 persen pada April 2019 dibandingkan bulan sebelumnya dari 100,14 menjadi 99,93.

“Sementara NTP subsektor lainnya mengalami peningkatan yaitu subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan 0,71 persen, Peternakan 0,56 persen, Subsektor Tanaman Hortikultura 0,27 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,08 persen,” kata Kabid Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Bambang Widjonarko di Serang, Selasa (21/5).

Menurut Widjonarko, penurunan NTP pada April 2019 sebesar itu dikarenakan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,20 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menggambarkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani, yang turun dari 138,22 menjadi 137,95. Penurunan It pada April 2019 disebabkan oleh turunnya It pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,92 persen.

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) terdiri dari konsumsi rumah tangga (KRT) dan biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM). Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

“Pada April 2019 Ib mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen, terjadi karena turunnya indeks harga pada Indeks KRT sebesar 0,03 persen dan kenaikan indeks harga pada Indeks BPPBM sebesar 0,12 persen,” kata dia.

Penurunan indeks KRT yang cukup signifikan disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,23 persen, sedangkan kelompok yang lainnya mengalami kenaikan indeks.

Sementara itu, kenaikan pada indeks BPPBM disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok biaya sewa dan pengeluaran lain 0,30 persen; kelompok bibit 0,23 persen; kelompok transportasi 0,14 persen; kelompok upah buruh 0,12 persen; kelompok pupuk, obat – obatan dan pakan sebesar 0,09 persen dan kelompok penambahan barang modal sebesar 0,03 persen, kata Widjonarko.

Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi atau deflasi di pedesaan. Pada bulan April 2019, dari pantauan di empat kabupaten di Provinsi Banten terjadi deflasi di perdesaan sebesar 0,03 persen.

Ia mengatakan, deflasi perdesaan ini terjadi pada kelompok bahan makanan yakni sebesar 0,23 persen, sementara kelompok lainnya mengalami inflasi yakni kelompok sandang sebesar 0,34 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen, kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,13 persen, kelompok perumahan sebesar 0,07.

Pada Bulan April 2019 dari 33 provinsi di Indonesia sebanyak 13 provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Barat dengan nilai indeks sebesar 111,09 yang diikuti oleh Provinsi Jawa Barat sebesar 109,69.

Sedangkan Nilai Tukar Petani terendah terjadi di Provinsi Bangka Belitung sebesar 84,65. NTP Nasional sebesar 102,23 yang mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 102,73. Ant

BERITA TERKAIT

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi ‘Pilot Project’ di Banten

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia. Upaya ini selaras…

Laporan Pemberantasan Korupsi Kaltim Capai 80 Persen

Laporan Pemberantasan Korupsi Kaltim Capai 80 Persen NERACA Samarinda - Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN - RAPBN 2020

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN RAPBN 2020 NERACA Bukittinggi – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Kemenkop Gelar Bimtek Mitigasi Risiko Bencana Bagi KUMKM

Kemenkop Gelar Bimtek Mitigasi Risiko Bencana Bagi KUMKM NERACA Palangkaraya - Kementerian Koperasi dan UKM memandang pentingnya KUMKM mengetahui secara…

Omzet UKM Binaan PNM Tembus Rp95 Juta/bulan

Omzet UKM Binaan PNM Tembus Rp95 Juta/bulan NERACA Payakumbuh, Sumbar - Sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) binaan PT Permodalan…