Multipolar Berikan Jaminan Bagi Anak Usaha - Kantungi Pinjaman Rp 119,92 Miliar

NERACA

Jakarta - Dukung pengembangan bisnis anak usaha yang seret likuiditas, PT Multipolar Tbk (MLPL) memberikan jaminan atas pinjaman anak usaha, PT Brilliant Ecommerce Berjaya (BEB) sebesar US$8,3 juta atau sekitar Rp119,92 miliar. Nilai pokok pinjaman US$8,3 juta memiliki perhitungan kurs tengah BI pada 15 Mei 2019 sebesar Rp14.448 per dolar AS, maka nilai pinjaman tersebut mencapai Rp119,92 miliar.

Corporate Secretary Multipolar, Chrysologus R.N. Sinulingga dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (20/5) menyampaikan, pada 15 Mei 2019 perusahaan menandatangani perjanjian pemberian jaminan atas pinjaman anak perusahaan, yakni BEB. Penandatanganan dilakukan dengan Tokyo Century Leasing (Singapura) Pte. Ltd.”Batas penarikan pinjaman pada 31 Desember 2019, sedangkan tanggal pelunasan 6 bulan setelah penarikan pinjaman,”ujarnya.

Menurut Chrysologus, pemberian jaminan merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian fasilitas antara BEB dan Tokyo Century Leasing. Dengan pemberian jaminan ini, MLPL menjadi pihak penanggung. BEB merupakan pemilik situs mbiz.co.id, yang menjual berbagai perlengkapan dan jasa. Perusahaan juga bisa bekerja sama dengan perusahaan lain (B2B) untuk pengadaan peralatan kantor.

Sebelumnya, CEO Lippo Group John Riady menuturkan, Multipolar akan menjadi perusahaan holding yang membawahi bisnis Lippo di bidang ritel, teknologi dan multi media, serta keuangan. Diharapkan holding tersebut dapat rampung dalam 3 tahun ke depan. Sebagai perusahaan induk, PT Multipolar Tbk dalam bisnisnya masih andalkan segmen ritel.

Tengok saja, sepanjang tahun lalu penjualan bersih Multipolar dikontribusi dari ritel 78,9%. Sedangkan pada laba bruto ritel berkontribusi 86,7%. Agus Arismunandar, Direktur PT Multipolar Tbk menyebutkan, dari data tersebut ritel masih akan terus menjadi backbone bisnis perusahaan. Dari sektor ritel sendiri, perseroan memiliki saham di Matahati Putra Prima, Matahari Departemen Store, Timezone, dan Books & Beyond.

Di luar segmen ritel sendiri, perseroan juga memiliki segmen bisnis telekomunikasi-multimedia-teknologi (TMT) serta investasi & lain-lain. Untuk penjualan bersih, segmen TMT berkontribusi 16,1%. Sedangkan investasi dan lain-lain berkontribusi 5%. Walaupun begitu, Agus menegaskan tak akan pilih kasih dengan hanya mengembangkan segmen ritel. "Contohnya kami terus berinvestasi di beberapa bisnis digital," tuturnya.

Secara keseluruhan, pihaknya menyebutkan untuk rencana pengembangan tiap anak usaha diserahkan pada tiap anak usaha masing-masing. Dengan begitu, belanja modal MLPL tahun ini disebutnya akan berasal dari anak usahanya. "Karena kami sendiri belanja modal sangat kecil. Jadi dari anak usaha secara konsolidasi nilainya Rp 350 miliar," jelasnya.

Djony Rospina, VP Corporate Finance MLPL menambahkan, dari situ di tahun ini pihaknya masih akan mengembangkan tiap sektor bisnis yang dimilikinya. Selain itu, perseroan juga akan mulai menyentuh startup. Menurutnya, dengan jajaran direksi yang cenderung muda maka jelas startup menjadi hal yang menarik.

BERITA TERKAIT

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Dunia Usaha - Revitalisasi Pabrik Gula Harus Didukung Inovasi Teknologi

NERACA Jakarta – Revitalisasi pabrik gula di Indonesia harus didukung adanya inovasi dalam teknologi. Pemerintah perlu membangun dan mengembangkan ekosistem…

Paramitra Sarana Bagikan Dividen Rp 19,5 Miliar

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyepakati unuk membagi dividen sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…