Berkah Ramadhan Topang Penjualan Sritex

Meskipun pencapaian laba di kuartal pertama tahun ini turun 32,16%, namun PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex tetap optimistis kinerja kuartal II/2019 tetap kuat seiring dengan fokus perseroan ke segmen finishing kain dan garmen yang memiliki margin tebal.“Kuartal II masih akan tetap kuat karena menuju bulan Ramadan, meski sudah ada yang memasuki kuartal I,”kata Corporate Communication sekaligus Investor Relation Sri Rejeki Isman Joy Citra Dewi di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, momentum Ramadhan dan Lebaran mendorong penjualan. Dirinya juga menjelaskan, laba yang tertekan pada kuartal I/2019 karena pada kuartal I/2018 terdapat tambahan pendapatan sebesar US$21,11 juta.Sebagai informasi, pada kuartal I/2019, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan 18,30% secara tahunan menjadi US$316,85 juta. Namun demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 32,16% secara tahunan menjadi US$28,05 juta.

Tahun ini,perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 40 juta. Adapun mayoritas capex akan digunakan untuk biaya pemeliharaan reguler SRIL. Kata Joy Citra Dewi, pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2018 lalu sudah melebihi ekspektasi yakni sekitar 35%. Untuk menembus angka tersebut kembali di tahun 2019 pihaknya kurang lebih akan menyiapkan capex yang tidak jauh berbeda dari tahun 2018.”Salah satu faktor kinerja yang tumbuh signifikan ini adalah dari pertumbuhan anorganik melalui akusisi dua perusahaan di tahun 2018 lalu,”ungkapnya.

Soal proyeksi target di tahun ini, manajemen mematok kenaikan sekitar 10%-12% baik dari segi penjualan maupun bottom line.

BERITA TERKAIT

Industri Komponen Topang Daya Saing Otomotif

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu pertumbuhan dan daya saing industri otomotif nasional melalui pengembangan industri komponen dalam negeri,…

Kejar Penjualan Rp 3,15 Triliun - Integra Indocabinet Luncurkan Produk Baru

NERACA Jakarta – Sepanjang semester pertama 2019, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) berhasil membukukan penjualan Rp 977,54 miliar atau tumbuh…

Penjualan Sentra Food Terkoreksi 2,92%

Di semester pertama 2019, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) membukukan negatif pada kinerja keuangan. Pasalnya, perseroan membukukan penjualan Rp61,08…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…