Hotel Fitra Bidik Dana IPO Rp 23,1 Miliar - Danai Akuisisi Lahan

NERACA

Jakarta – Cari modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Fitra International Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 220 juta lembar dengan harga penawaran berada pada rentang Rp100-Rp105 per saham. "Harga penawaran per saham sekitar Rp100-Rp105 per saham,”kata Direktur Utama Lotus Sekuritas sebagai penjamin emisi, Wientoro Prasetyo di Jakarta, Selasa (14/5).

Demhan penawaran harga tersebut, calon emiten properti dan jasa pariwisata itu akan meraup dana sebesar Rp Rp22 miliar-Rp23,1 miliar. Sementara itu, Direktur Utama Hotel Fitra International, Joni Rizal mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mengakuisisi tambahan persedian lahan sebesar 50%, melalui anak usahan PT Bumi Majalengka Permai (BMP).”Sisanya, sebesar 30% akan digunakan untuk pembangunan convention hall di Hotel Fitra milik BMP. Sisanya sebesar 20% untuk modal kerja bagi BMP," papar Wientoro.

Disamping itu, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 132 juta Waran Seri I dengan rasio 5:3. "Kami percaya, dengan menjadi public listed company yang transparan dan akuntabel, Perseroan akan semakin bertumbuh ke depan, seiring dengan prospek bisnis di Kota Majalengka, Jawa Barat," paparnya.

Pada pelaksanaan IPO ini, perseroan berharap bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Mei 2019, sedangkan masa penawaran pada 24-27 Mei 2019. Sehingga, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dilaksanakan pada 31 Mei 2019. Sebagai informasi, sepanjang 2018 tingkat okupansi meningkat menjadi 53,85% dibandingkan pada 2017 yang masih sebesar 47,77%. "Tahun ini tingkat okupansi bisa mencapai 62%,"kata Joni.

Direktur Keuangan Hotel Fitra international, Sukirno menambahkan, pada 2018 total aset perseroan sebesar Rp47,07 miliar dengan kewajiban sebesar Rp23,43 miliar. Pendapatan perusahaan di 2018 meningkat menjadi Rp8,07 miliar dari 2017 yang senilai Rp2,48 miliar. Sukirno memperkirakan, pada tahun ini perseroan memproyeksikan nilai pendapatan sebesar Rp17 miliar dan sedangkan pada tahun 2020 akan meningkat di kisaran Rp24 miliar-Rp28 miliar.

Asal tahu saja, tren pertumbuhan IPO di kuartal pertama masih sepi. Namun para pelaku pasar menyakni pasca pilpres akan kembali marak. Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji pernah bilang, kondisi itu nampak dari tambahan pipeline yang dikantongi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia juga optimistis bahwa target 75 emiten baru yang diusung BEI masih bisa dilakukan dengan situasi global dan domestik yang kondusif.

Dia menilai masih ada cukup waktu hingga akhir tahun ini sebagai periode pengejaran. Tak hanya itu, untuk bisa merealisasikan target itu BEI haris tetap rajin melakukan literasi yang juga menyasar dan bisa mengakselerasi para UMKM. Bursa Efek Indonesia menyebutkan terdapat 27 pipeline perusahaan yang siap melantai hingga periode Juli—Agustus 2019 dari total target tahun ini mencapai 75 emiten. Membandingkan dengan data pipeline awal April yang dikantongi BEI sebesar 21 emiten.

BERITA TERKAIT

Sektor Primer - Satu Juta Hektare Lahan Padi Ditargetkan Terlindungi Asuransi

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini menargetkan satu juta hektare lahan padi milik petani terlindungi lewat program…

Pacu Pertumbuhan Bisnis - META Terbuka Akuisisi Ruas Tol Dalam Kota

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis di jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membuka diri untuk mengakuisisi beberapa ruas…

Sambut Libur Lebaran, BTN Siapkan Dana Tunai Rp 14,58 Triliun

Melayani kebutuhan dana tunai bagi nasabah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…