OCBC NISP Syariah dan Prudential Luncurkan UnitLink Syariah

NERACA

Jakarta - Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP dan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan produk syariah terbaru. PRUlink syariah care merupakan inovasi produk perlindungan jiwa yang dikaitkan dengan investasi sesuai prinsip syariah.

Direktur Bank OCBC NISP, Andrae Krishnawan menyampaikan produk ini memberikan perlindungan jiwa sekaligus alokasi investasi sejak nasabah pertama kali membayarkan kontribusi. Kehadiran produk baru ini didorong oleh pertumbuhan nasabah syariah yang pesat. "Ini dibarengi dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa sekaligus investasi dengan prinsip syariah," kata dia dalam siaran pers yang diterima, kemarin.

Chief Partnership Distribution Officer Prudential Indonesia, David Nugroho mengatakan Prudential Indonesia berkomitmen untuk mendengarkan, memahami dan memenuhi kebutuhan nasabah. Terhadap produk-produk yang berkualitas dan memiliki nilai tambah. "Sejalan dengan fokus We DO Wealth, PRUlink Syariah Care merupakan solusi inovatif yang melindungi nasabah dari berbagai risiko finansial serta memberikan pilihan alokasi investasi berdasarkan preferensi nasabah," katanya.

PRUlink syariah care ditujukan bagi masyarakat Indonesia dengan usia pemegang polis minimal 21 tahun. Produk menawarkan alokasi Investasi dan kontribusi berkala sejak tahun pertama sebesar 20 persen. Selain itu dapat menentukan sendiri besarnya komposisi dari nilai proteksi dan nilai. Komposisi minimal nilai proteksi sebesar 30 persen dan komposisi maksimal nilai investasi yakni sebesar 70 persen.

Nasabah memiliki beberapa pilihan manfaat asuransi tambahan (riders) sesuai kebutuhan sebanyak 22 asuransi tambahan. Andrae mengatakan Unit Usaha Syariah Bank OBCB NISP menargetkan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Unit Usaha Syariah sekitar 20 persen.

Ia berharap dengan adanya pilihan baru, nasabah dapat mempersiapkan perlindungan jiwa sekaligus invetasi jangka panjangnya sejak dini. Berdasarkan hasil survei literasi yang dilakukan oleh OJK pada 2016, tingkat inklusi (pemanfaatan) masyarakat akan produk dan jasa keuangan syariah masih rendah, hanya sebesar 11,06 persen.

BERITA TERKAIT

Kemendagri Dorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN Pelaku Korupsi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga kini terus mendorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN…

Stanley Black & Decker Luncurkan Obeng Elektrik Terbaru

Stanley Black & Decker Luncurkan Obeng Elektrik Terbaru NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia perkakas asal Amerika Serikat Stanley Black &…

KPU Kota Sukabumi Tetapkan Caleg Terpilih dan Perolehan Kursi Parpol

KPU Kota Sukabumi Tetapkan Caleg Terpilih dan Perolehan Kursi Parpol NERACA Sukabumi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menetapkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Adira Insurance Buka Kantor Representatif di Mall

    NERACA   Jakarta - Guna mewujudkan pelayanan yang menjangkau seluruh Pelanggan, Adira Insurance buka kantor representatif di Gajah…

Laba CIMB Niaga Naik 11,8%

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,98 triliun…

Awasi Sektor Keuangan, KPK Bentuk Tim Forensik

  NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membentuk tim akuntansi forensik untuk mengawasi aliran dana pada sektor keuangan,…