Geliat Berinvestasi Sambil Bersedekah Jadi Tren - BEI Dukung Program Wakaf Saham

NERACA

Jakarta – Di era digital saat ini, segala kegiatan dan pelayanan dibentuk mudah. Bahkan hingga urusan ibadah keagamaan, seperti sedekah bisa dilakukan lewat digital dari smartphone dan begitu juga di industri pasar modal. Dimana para investor tidak hanya berinvestasi juga bisa beribadah lewat produk wakaf ataupun zakat saham yang langsung dipotong dari hasil investasi ataupun dividen. Program berinvestasi sambil bersedekah sudah menjadi tren di industri pasar modal guna menjawab kebutuhan para investor.

Namun dari sekian banyak perusahaan sekuritas, baru sedikit yang merilis program tersebut. Berangkat dari hal tersebut, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi, menargetkan semua anggota bursa syariah online trading system (AB SOTS) yang terdiri dari 13 perusahaan efek dapat meluncurkan produk wakaf saham. Saat ini, menurutnya, sudah ada enam AB SOTS yang siap meluncurkan produk investasi tersebut.”Sebagian masih penjajakan dan sebagian lagi sudah mengikatkan diri dangan nazir atau badan wakaf," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hasan mengungkapkan, beberapa yang sudah meluncurkan produk wakaf saham di antaranya MNC Sekuritas dan Philip Sekuritas. MNC Sekuritas menunjuk Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai nazir, sedangkan Philip Sekuritas menunjuk Dompet Dhuafa.Menurutnya, sebagian perusahaan efek belum meluncurkan produk wakaf saham karena masih harus melakukan penyesuaian dengan SOTS. Untuk bisa meluncurkan produk wakaf saham, perusahaan efek juga disyaratkan untuk menunjuk nazir.

Sejak diluncurkan pertama kali pada April lalu, menurut Hasan, antusiasme para investor untuk berwakaf saham cukup tinggi meskipun jumlah dana yang terkumpul belum banyak. Dia memperikaran dana yang terkumpul dari produk investasi ini sudah mencapai Rp 500 juta."Karena baru mulai jadi belum banyak. Kemarin mungkin ada yang lumayan besar, satu nasabah kira-kira ada yang Rp 100 juta," tutur Hasan.

Hasan optimistis jumlah dana yang terkumpul nantinya akan terus berkembang. Apalagi, wakaf saham sangat fleksibel dimana pengelolaan aset saham bisa dilakukan dengan menunjuk manajer investasi syariah. Dana dari hasil pengelolan aset itu pun bisa dikanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Disampaikannya, pengelolaan aset wakaf berupa saham ini sangat berbeda dengan wakaf fisik. Dari segi manfaat, umat bisa merasakan manfaat lebih cepat dengan wakaf saham. Sedangkan wakaf fisik membutuhkan waktu yang panjang sebelum bisa dimanfaatkan.

Meski sangat berpotensi mendatangkan manfaat yang lebih cepat, Hasan mengaku tidak menargetkan jumlah dana yang terkumpul dari wakaf saham. "Target angka tidak ada karena ini sifatnya filantropi. Kita senang bila investor saham bisa melihat bahwa investasi saham tidak hanya bermanfaat untuk dirinya semata tapi bisa juga untuk sosial kemasyarakatan," kata Hasan.

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi pernah bilang, zakat saham sejatinya bukanlah hal yang baru di dunia pasar modal. Sudah ada perusahaan sekuritas yang mewadahi zakat dan wakaf dalam pasar modal antara lain Henan Putihrai Sekuritas dan MNC Sekuritas. “Penambahan fasilitas zakat dan wakaf ini sejalan dengan usaha untuk meningkatkan pertumbuhan pasar modal syariah,”ungkapnya.

KSEI, lanjut Friderica, berniat mengkaji aturan zakat saham guna memfasilitasi para investor. Disampaikannya, pihaknya bakal mengkaji terkait debet zakat ataupun jika investor mendapat dividen dan langsung didebet untuk zakat. Meskipun difasilitisasi oleh KSEI, Friderica menjelaskan semuanya bergantung pada investor dan perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas akan memberikan instruksi atau himbauan pada nasabah untuk memotong dividen sebesar 2,5% untuk kemudian disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun lewat sistem KSEI. Ketika ditanya terkait waktu realisasi rencana ini Friderica berharap akhir tahun 2019 sudah bisa diterapkan.

BERITA TERKAIT

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…

Geliat Semen Pasca Pilpres - Indocement Bidik Pertumbuhan Pasar 5%

NERACA Jakarta – Ditetapkan rekapitulasi hasil pemilu presiden (Pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menetapkan Joko Widodo dan Maaruf…

Mendikbud Berharap Program Nihongo Partners Dilanjutkan

  NERACA   Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendy berarap agar program yang diusung oleh The Japan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…