Pendapatan Dyandra Terkoreksi 24,7%

NERACA

Jakarta - PT Dyandra Media International Tbk (Dyandra) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 24,7% dalam kuartal I tahun ini menjadi Rp129 miliar. Meski begitu, Presiden Direktur Dyandra, Rina R Maksum mengatakan bahwa pihaknya tetap optmis akan mampu memenuhi target pendapatan sepanjang 2019.”Sampai saat ini, Dyandra sudah mengantongi 70% kontrak kerja dari target pendapatan yang akan dilaksanakan sepanjang 2019 nanti," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dalam periode yang sama, perseroan juga mencatatkan laba kotor sebesar Rp42,4 miliar atau tumbuh 2,7%. Rina pun berharap di semester kedua mendatang, bisnis unit Dyandra agresif menyelenggarakan event-event dengan ide yang lebih kreatif dan inovatif agar tercapai stabilitas keuangan di triwulan berikutnya.

Begitu juga dengan bisnis unit lainnya, seperti bisnis pendukung event, bisnis ruang konvensi, dan pameran dan bisnis hotel yang saling berkolaborasi satu sama lain."Kami berkomitmen untuk tetap menjaga peningkatan kinerja Dyandra sepanjang tahun ini," ujarnya.

Lebih lanjut Rina mengatakan, beberapa event di sepanjang semester kedua, baik nasional maupun internasional akan lebih digenjot. Di antaranya penyelenggaraan roadshow Festivaland, sebuah festival musik side stream yang akan menampilkan 46 musisi. Festivaland akan hadir di 10 kota kedua di Indonesia, yaitu Manado, Banjar Baru, Pontianak, Makassar, Pekanbaru, Samarinda, Palembang, Jember, Purwokerto, dan Semarang. Digelar pada Juli hingga November 2019, Festivaland menargetkan 218.000 pengunjung di rentang usia 18-35 tahun.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan tumbuh sebesar 5% menjadi Rp 1,06 triliun, dibandingkan tahun 2018 sekitar Rp 1,01 triliun. Guna memenuhi target tersebut, perseroan yang bergerak di bidang meeting, Incentive, convention, and exhibition (MICE) akan melakukan empat poin penting yakni transfirmasi digital marketing yang memanfaatkan big data, meningkatkan customer tools, pengembangan pasar baru atau pasar international melalui anak usaha yang akan melakukan penjajakan ke Vietnam, serta meningkatkan operasional baik dari sumber daya manusia hingga sertifikasi.

Kinerja bisnis Dyandra ditopang empat perusahaan yang menjadi pilar bisnisnya, yaitu; PT Dyandra Promosindo (DP) mengelola bisnis Penyelenggaraan Acara (Event/ Exhibition Organizer), PT Dyamall Graha Utama (DGU) menjalankan usaha Penunjang Acara(Supporting Event), PT Nusa Dua Indonesia (NDI) fokus pada bisnis Ruang Konvensi dan Eksibisi (Venue Owner & Hall Management Business), dan PT Graha Multi Utama (GMU) dari bisnis Hotel (Hotel/ Property Owned Busniness).

BERITA TERKAIT

Volume Produksi Naik - DOID Yakin Pendapatan Capai US$ 950 Juta

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri batu bara menaruh harapan besar PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bisa membukukan kinerja…

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…

Pacu Pertumbuhan Iklan Digital - MNCN Bidik Pendapatan Iklan Kreatif Naik 50%

NERACA Jakarta –Geliat industri digital mendorong PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) untuk memacu pertumbuhan bisnisnya. Oleh karena itu, perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…