Masjid Lancip, Objek Wisata Religi di Kalimantan Selatan

Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki banyak obyek wisata religi dan sarat nilai sejarah. Salah satunya Masjid As Su'ada, atau Masjid Lancip, yang berlokasi di Desa Waringin Kecamatan Haur Gading, tepat di tepi Sungai Tabalong. Seorang pengurus masjid, Gusti Mastur, mengatakan masjid mempunyai kubah berbentuk tumpang dengan tiga tingkatan, yaitu pada tingkatan pertama atau paling atas berbentuk sangat lancip sesuai dengan budaya Banjar"Beberapa peneliti dari luar negeri pernah datang ke masjid ini untuk meneliti arsitektur yang unik," kata Mastur, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (9/5).

Menurutnya Masjid As Su'ada telah masuk dalam cagar budaya yang dilindungi sesuai Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Masjid bersejarah itu, ia menambahkan, banyak dikunjungi peziarah lokal maupun regional, untuk menyaksikan keunikan serta keindahan arsitektur masjid yang diperkirakan dibangun pada tahun 1886.

Mastur menuturkan arsitektur masjid ini kemungkinan disesuaikan dengan budaya warga Banjar yang memanfaatkan sungai sebagai transportasi utama. Menurut Mastur zaman dulu sungai merupakan transportasi satu-satunya, sehingga jamaah masjid ini berasal dari daerah Telaga Silaba, Palimbangan, dan Haur Gading dengan menggunakan perahu atau kapal untuk menuju masjid tersebut."Memudahkan para masyarakat berjamaah di masjid, akhirnya diputuskan pembangunan masjid dilakukan di tepi sungai," ujarnya.

Berdasarkan info yang Mastur dapat dari tokoh masyarakat setempat, masjid yang berbentuk segi empat itu memiliki tinggi termasuk pataka kurang lebih 40 meter.Pada awal pembangunannya, Mastur melanjutkan, masjid ini menggunakan atap sirap, tiang ulin, yang terdiri dari 4 buah tiang guru, 12 buah tiang bantu, 20 buah tiang yang terdapat pada dinding yang menggunakan ulin."Marmer lantainya khusus didatangkan dari negara tetangga Singapura," ungkapnya.

Lokasi dibangunnya Masjid As Su'ada merupakan tanah wakaf berukuran 38 x 24 meter, dibangun oleh Syekh H Abdul Gani. Pembangunan masjid ini tidak menggunakan paku, melainkan menggunakan pasak yang terbuat dari serutan ulin atau bambu. Bahkan untuk menyatukan sambungan pun hanya menggunakan tali ijuk.

Masjid yang hingga kini masih kokoh berdiri tersebut, juga dilengkapi dengan ornamen ukiran yang tampak pada daun pintu, ventilasi, serta mimbar untuk khatib menyampaikan khotbah.Dalam perjalanan waktu, masjid ini pernah mengalami beberapa kali renovasi, namun bentuk dan tiang masih dipertahankan, terkecuali atap yang dulunya menggunakan atap sirap sekarang sudah memakai atap seng.

Seperti pada tahun ini dilakukan renovasi dan pelebaran ruang masjid, mengingat jumlah jamaah semakin bertambah. Adapun biaya renovasi dibantu oleh Pemerintah Daerah, di samping swadaya masyarakat.

BERITA TERKAIT

Milenial Minati Hunian di Jatipadang Jakarta Selatan

Milenial Minati Hunian di Jatipadang Jakarta Selatan   NERACA Jakarta - Generasi milenial meminati hunian yang berlokasi di Jatipadang Jakarta Selatan…

Bangun Pabrik di Kalimantan - Waskita Beton Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –Danai pengembangan bisnis, yakni membangun pabrik di daerah Kalimantan,PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal…

Wisata Petualangan Mulai Diminati Masyarakat Dunia

Wisata Petualangan Mulai Diminati Masyarakat Dunia NERACA Jakarta - Industri pariwisata saat ini memiliki perkembangan yang sangat pesat di seluruh…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Objek Wisata Sejarah di Peneleh yang Terabaikan

Peneleh merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini menjadi saksi perjalanan Surabaya, bahkan…

Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan.…

Menelusuri Sejarah Kampung Deret di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kampung Deret, di Jalan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5), untuk…