Chandra Asri Bakal Rilis Obligasi Rp 750 Miliar - Rampung Pembangunan Pabrik

NERACA

Jakarta –Danai ekspansi untuk merampungkan pembangunan pabrik, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan kisaran nilai Rp500 miliar—Rp750 miliar. “Kami masih punya sisa emisi senilai Rp1,5 triliun. Tahun ini dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan obligasi senilai Rp500 miliar—Rp750 miiar,”kata Head of Investor Relation Chandra Asri Petrochemical, Harry Tamin di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, pada akhir 2018 perseroan telah merilis obligasi senilai Rp500 miliar dari nilai emisi Rp2 triliun. Harry menambahkan nilai emisi obligasi akan setara US$35juta. Obligasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal pada tahun ini. Adapun, alokasi belanja modal TPIA pada tahun ini senilai US$465juta.

Harry sebelumnya menjelaskan, komponen terbesar belanja modal itu untuk pembiayaan kompleks Chandra Asri Petrochemical II (CAP II) dan menyelesaikan kapasitas baru pabrik polyethylene dan polypropylene.Disebutkan, sebesar US$136juta dari belanja modal itu untuk pembiayaan CAP II di antaranya untuk pengadaan tanah. Adapun, sisa belanja modal di antaranya untuk menyelesaikan pabrik baru polyethylene berkapasitas baru 400.000 ton per tahun dan penambahan kapasitas pabrik polypropylene dari saat ini 480.000 ton per tahun menjadi 590.000 ton per tahun.

Dia menambahkan, TPIA telah menunjuk underwriter dan kini masih dalam proses. Harry optimistis, perseroan akaan memperoleh bunga yang lebih kompetitif mengingat riwayat yang positif kepada pemegang saham dan penerbitan obligasi akan menyeimbangkan kondisi keuangan perseroan.

Direktur Chandra Asri Petrochemical, Suryandi pernah bilang, perusahaan sudah menganggarkan dana tersebut dari kas internal dan dana pinjaman yang belum lama ini didapat perusahaan. Dimana capex tersebut didapatkan dari fasilitas kredit Jepang yang spesifik digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik polyethylene baru. Dana tersebut untuk kebutuhan penambahan kapasitas pabrik polyethylene dengan kapasitas produksi sebesar 400 ribu ton per tahun.

Pengerjaan pabrik ini tengah dikebut lantaran target penyelesaiannya dipatok pada akhir 2019 nanti. Sebagai informasi, untuk membiayai parik ini perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan BNP Paribas (cabang Tokyo) senilai US$ 380 juta (Rp 5,51 triliun). Selain itu, kebutuhan capex ini juga akan digunakan untuk mencicil pembangunan pabrik barunya, Chandra Asri Perkasa 2. Menurut rencana, pabrik tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi mencapai 1,1 juta ton per tahunnya.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BPPT Kumpulkan PNBP Mencapai Rp100 miliar

  NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) telah melampaui target Penerimaan Negara…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…