Kuartal Dua, WSBP Bidik Kontrak 5,22 Triliun

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan kontrak baru di kuartal pertama tahun ini tumbuh 7,1% dibandingkan priode yang sama tahun lalu, menjadi optimisme PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) bila target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 10,39 triliun bakal tercapai. Bahkan di kuartal kedua tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 5,22 triliun yang berasal dari beberapa proyek besar yaitu proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi, Addendum proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, NCICD PUPERA, dan proyek lainnya.

Dalam siaran persnya yang dirilis di Jakarta, Jum’at (10/5), WSBP memiliki strategi utama untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan perusahaan, yaitu pertama, melakukan penguatan core business melalui efisiensi produk, pengembangan produk baru, akuisisi supply chain split dan quarry. Kedua, melakukan ekspansi ke pasar eksternal, termasuk di antaranya dengan kontraktor internasional yang tengah mengerjakan proyek di Indonesia.

Selain itu, WSBP akan melakukan penerbitan obligasi berkelanjutan melalui penawaran umum dengan nilai sebesar Rp 2 triliun. Adapun penerbitan obligasi tahap I pada akhir TW II sebesar Rp 500 miliar. Masa penawaran awal akan di mulai pada akhir Mei 2019. Direktur Keuangan Waskita Beton Precast, Anton Y Nugroho mengatakan, dana yang dihimpun akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal perseroan dengan total Rp900 miliar pada 2019. Sisanya akan menggunakan kas internal.

Perseroan, lanjutnya, akan berinvestasi untuk mendirikan pabrik beton precast. Lokasi fasilitas itu berada di Penajam, Kalimantan. Disebutkan, saat ini prosesnya sudah 60% dan 40% lagi selesai di semester II/2019.Saat ini, Anton memaparkan WSBP telah memiliki 12 pabrik. Adapun, fasilitas tersebut berlokasi di Kerawang, Cibitung, Sadang, Kalijati, Pura Negara, Klaten, Surabaya, Pura Negara, Klaten, Surabaya, Plambon, Gasing, dan Palembang. Kemudian saat ini kapasitas produksi precast WSBP sebesar 3,5 juta ton/tahun. Di mana rencananya akan ditingkatkan menjadi 3,75 juta ton/tahun. Untuk itu, perusahaan menganggarkan capex sebesar Rp 500 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi plant tahun ini.

BERITA TERKAIT

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Jelang Lebaran 2019 - Pertumbuhan Penumpang Pesawat Turun Dua Kali Lipat

NERACA Jakarta – Pertumbuhan penumpang pesawat penerbangan domestik turun hampir dua kali lipat pada Lebaran 2019, kata Direktur Jenderal Perhubungan…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…