BLTA Berencana Sewa Dua Kapal Baru - Kejar Pertumbuhan Kontrak Baru

NERACA

Jakarta – Dongkrak kapasitas angkutan muat barang, PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berencana untuk menyewa dua kapal dengan tonase 5.000 DWt hingga 17.000 DWT. Nantinya, dua kapal tersebut akan digunakan untuk mengangkut Crude Palm Oil (CPO). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/5).

Direktur Independen BLTA, Benny Rachmat mengatakan, perseroan menangkap peluang dari program B20 dari pemerintah, dengan mengikuti tender pengangkutan CPO.”Pada kuartal II ini, kami akan menyewa dua kapal dengan tonase 5.000 DWT hingga 17.000 DWT untuk kontrak pengangkutan program B20,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, saat ini empat dari delapan kapal milik perseroan telah mengangkut CPO, tapi permintaan untuk pengangkutan bertambah. Sayangnya, perseroan belum punya alternative pendanaan untuk pengadaan kapal baru.“Kalau pinjaman dari bank, kami masih dalam kol 5 sehingga kami putuskan untuk menyewa kapal,” kata dia.

Upaya tersebut, lanjut dia, sejalan untuk mempertahankan target pendapatan tahun 2019 yang diharapkan tak jauh berbeda dengan tahun 2018. Berhasil mencatatkan untung sepanjang tahun lalu, perseroan akan terus mengoptimalkan delapan kapal milik sendiri dan dua kapal milik joint venture untuk beroperasi mengangkut biodisel sebagai unit usaha utama perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga performance kinerja keuangan lebih baik lagi.

Benny Rachmat pernah bilang, hal ini seturut dengan kebutuhan pengangkutan biodiesel dalam negeri yang meningkat hingga 6 juta kiloliter seiring dengan implementasi kebijakan program B20. Hingga kini, BLTA sudah memperoleh kontrak time charter dengan pihak ketiga sebesar US$ 11,1 juta untuk tahun 2019 dan sebesar US$ 2,8 juta untuk tahun 2020 nanti.

Asal tahu saja, pasca disuspensi selama tujuh tahun, perseroan belum akan melakukan aksi korporasi baik penerbitan obligasi, rights issue, maupun buyback saham pada tahun ini. “Kami akan lebih fokus meningkatkan kinerja dengan sumber daya yang ada dari kami,” kata Benny Rachmat.

Tercatat di kuartal pertama 2019, BLTA membukukan pendapatan US$ 5,45 juta, turun 15,76% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 6,47 juta. Penurunan pendapatan pada kuartal I-2019, menurut Benny, karena ada dua kapal yang tidak beroperasi karena dalam perawatan. "Saat maintenance tidak menghasilkan pendapatan dan memakan beban," ungkapnya.

Per 31 Maret 2019, BLTA memiliki delapan unit kapal dan seluruh kapal BLTA terikat kontrak sehingga memiliki utilisasi penuh seandainya tidak sedang dalam perawatan. Tahun ini, BLTA berencana untuk meningkatkan pendapatan lewat non asset based. Pendapatan non asset based bakal itu salah satunya bakal memanfaatkan kapal sewa untuk meningkatkan pendapatan.

BERITA TERKAIT

Jelang Lebaran 2019 - Pertumbuhan Penumpang Pesawat Turun Dua Kali Lipat

NERACA Jakarta – Pertumbuhan penumpang pesawat penerbangan domestik turun hampir dua kali lipat pada Lebaran 2019, kata Direktur Jenderal Perhubungan…

Kemenkeu Hormati Proses Hukum Terkait Kasus Pengadaan Kapal Patroli

Kemenkeu Hormati Proses Hukum Terkait Kasus Pengadaan Kapal Patroli NERACA Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghormati proses hukum yang saat…

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…