Harga Hunian TOD Jakarta Dinilai Kemahalan

Harga Hunian TOD Jakarta Dinilai Kemahalan

NERACA

Jakarta - Pengamat properti Ali Tranghanda menilai harga hunian "dekat" stasiun LRT/ MRT atau dikenal sebagai hunian berkonsep Transit Oriented Development masih terlalu mahal bagi kebanyakan warga Jakarta.

Padahal, menurut Ali yang dihubungi, Senin (6/5), hadirnya properti yang terintegrasi dengan Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu alternatif hunian bagi masyarakat perkotaan di Jakarta sekarang ini untuk mengatasi kemacetan.

Dengan tinggal di hunian yang terintegrasi dengan TOD pastinya dapat memangkas waktu tempuh sangat signifikan dan menjadikan lebih produktif.

Konsep apartemen TOD memang dikembangkan untuk hal tersebut, namun dalam perkembangannya, kata Ali yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, terdapat beberapa pertimbangan yang membuat apartemen-apartemen ini menjadi tidak memberi manfaat terlalu banyak bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang belum memiliki hunian.

Pembangunan apartemen TOD seharusnya --paling tidak-- dapat mengurangi "backlog" hunian perkotaan. Namun harga yang ditawarkan saat ini sudah paling murah berkisar Rp500 jutaan untuk tipe studio terkecil.

Dengan harga apartemen seperti itu, maka masyarakat bisa membeli bila penghasilannya paling tidak Rp15 juta/bulan, dan itu bukanlah gaji rata-rata karyawan Jakarta saat ini.

Diperkirakan rata-rata penghasilan karyawan perkotaan saat ini hanya sebesar Rp7 jutaan/bulan. Dengan gaji tersebut maka properti yang dapat dibeli adalah seharga Rp250-300 jutaan. Itu pun relatif masih berat.

Dua atau tiga tahun yang lalu, harga apartemen TOD masih ditawarkan dengan harga Rp250-300 jutaan dan pasar merespon dengan cukup baik. Namun dengan semakin mahalnya apartemen yang ditawarkan maka tujuan untuk mengurangi backlog semakin menjauh.

Pasar pembeli "end user" tidak mampu lagi untuk menjangkau harga tersebut, dan tergantikan dengan pasar investor yang membeli apartemen tersebut untuk kemudian disewakan lagi kepada para penyewa.

Dengan banyaknya BUMN yang masuk ke pengembangan properti TOD, maka keberpihakan BUMN "Hadir untuk Negeri" dipertaruhkan. Porsi untuk apartemen murah harusnya dapat ditingkatkan, karena tidak semata-mata mendulang untung namun ada misi sosial yang seharusnya dikedepankan oleh BUMN.

Kenaikan harga tanpa disertai dengan kemampuan pasar, membuat "mismatch" terjadi pada pasar apartemen TOD saat ini. Diyakini tingkat penjualan pun akan mengalami penurunan bila proyek-proyek tersebut hanya berhitung keuntungan di atas kertas tanpa melihat kapasitas pasar yang ada.

"Peran BUMN, BUMD, dan Pemprov DKIseharusnya dapat sejalan untuk menjamin ketersediaan bagi masyarakat pekerja menengah sehingga tatanan kota menjadi lebih baik dan produktif," kata Ali. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Klaim Fireworks Jadi Pemegang Hak Tagih Tunggal Dinilai Tidak Benar

Klaim Fireworks Jadi Pemegang Hak Tagih Tunggal Dinilai Tidak Benar NERACA Jakarta - Klaim Fireworks Ventures Limited sebagai pemegang tunggal…

Harga Cabai di Kabupaten Sukabumi Rp 75 Ribu Per Kilogram

Harga Cabai di Kabupaten Sukabumi Rp 75 Ribu Per Kilogram NERACA Sukabumi – Memasuki pekan ketiga Juli 2019, harga kebutuhan…

Komoditas Cabai di Sukabumi Alami Kenaikan Harga

Komoditas Cabai di Sukabumi Alami Kenaikan Harga NERACA Sukabumi - Komoditas sayuran pekan ini alami kenaikan harga dari biasanya. Seperti…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemasaran Urbantown PP Urban Capai 90 Persen

Pemasaran Urbantown PP Urban Capai 90 Persen NERACA Jakarta - Urbantown, produk properti milik PT PP Urban menunjukkan performa baik…

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah NERACA Jakarta - Kebijakan relaksasi pajak yang baru dikeluarkan oleh…

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China   NERACA Jakarta - Investasi sektor properti diperkirakan bakal terdampak perang dagang antara Amerika…