Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta - Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru

NERACA

Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal memulai bisnis baru di jasa hulu migas dan usaha pertambangan granit. Maka guna mendanai bisnis baru tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini senilai US$3 juta.

Kata Presiden Direktur Mitra Investindo, Sugi Handoko, belanja modal tersebut digunakan untuk pengembangan pemboran dan pengelolaan lapangan minyak dan gas (Migas) dengan beberapa operator lapangan di Sumatera dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Papua, serta membuka kembali pertambangan granit di Jawa Barat dan Lampung. “Pengembangan tiga hal itu diharapkan dapat memastikan kelangsungan usaha atau going concern perseroan kedepannya, setelah PT Pertamina tidak memperpanjang kontrak entitas anak-anak usaha perseroan, yakni; TAC IBN Oil Holdico,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk proyek PLTG, rencananya perseroan akan bekerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dengan kepemilikan 50:50 untuk pengembangan dan pengelolaannya. Saat ini dalam tahap penyelesaian kerja sama dan belum bisa sharing berapa nilai proyeknya. Kemudian untuk proyek mengaktifkan tambang granit di wilayah Lampung dan Jawa Barat, lanjut Sugi, perseroan membidik wilayah dengan tingkat pembangunan infrastruktur yang tinggi sehingga bisa menyerap produksi.

Disampaikannya, dengan berakhirnya kontrak anak usaha TAC IBN Oil Holdico dengan Pertamina, menyebabkan akuntan publik perseroan memberikan opini 'tidak memberikan pendapat' atau disclaimerpada laporan keuangan tahun 2018. Perseroan sendiri menyayangkan kontrak diputus oleh Pertamina sejak November 2018. Asal tahu saja, dalam laporan keuangan 2018, tercatat pendapatan perseroan sebesar Rp53,76 miliar. Dengan rincian, pendapatan berasal dari usaha migas sebesar Rp34,97 miliar dan lini usaha tambang granit Rp18,78 miliar.

Kemudian pacu pertumbuhan bisnis, perseroan berencana menambah kepemilikan saham pada PT Benakat Oil sebesar 10% hingga 15% di tahun 2019-2020. Namun demikian, kata Direktur Independen Mitra Investindo, Diah Pertiwi Gandhi, tidak ingin gegabah dalam melakukan ekspansi. “Kita harus melihat banyak faktor, terlebih minyak dan gas sedang dalam kondisi yang belum normal kembali," ujarnya.

Berangkat kondisi tersebut, perseroan menurunkan target produksi Benakat Oil di kisaran 1.000 barel per hari (bph) ditahun 2019 ini. Tercatat pada September 2018, perseroan melaporkan produksi Benakat Oil mencapai 800 bph dan Mitra Investindo juga sempat menargetkan produksi Benakat Oil bisa mencapai sebesar 1.500 bph.

Penurunan target ini menurut Diah, lebih dipengaruhi karena kondisi produksi tempo lalu. Di mana ia bilang pada penutupan Desember produksi memang sedang tinggi. Selain itu, dia menambahkan salah satu faktor lain yang menyebabkan penurunan produksi adalah faktor alam.”Produksi ini kan naik dan turun, sekarang kita menghasilkan sekitar 600 sampai 700 bph," ujar Diah.

Sekedar informasi, Mitra Investindo mengakuisisi 23,4% saham di Benakat Oil dari PT Pratama Media Abadi dengan nilai transaksi sebesar Rp 71,37 miliar. Kemudian rencana perseroan menambah kepemilikan saham di Benakat Oil yakni dengan melakukan rights issue. Aksi korporasi dengan rights issue adalah opsi terakhir dan peruntukkan pendanaannya akan berfokus pada ekspansi bisnis yang memiliki risiko tinggi, salah satunya penambahan saham di Benakat Oil. Bila tidak ada aral melintang, rights issue akan dilakukan pada rentang waktu 2019 hingga 2020.

BERITA TERKAIT

Pangkas Beban Utang - Waskita Karya Divestasi Bisnis Lima Ruas Tol

NERACA Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam ekspansi bisnis di jalan tol, menjadi…

Niaga Internasional - Perlu Siapkan Strategi Besar untuk Antisipasi Perang Dagang

NERACA Jakarta – Pemerintah dinilai perlu untuk benar-benar menyiapkan strategi besar dalam mengantisipasi dampak perang dagang antara dua raksasa global,…

Arkha Jayanti Raih Kontrak Baru Rp 55 Miliar

Perusahaan di bidang teknik dan manufaktur alat alat berat, PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) dalam siaran persnya di Jakarta,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…

Bangun Pabrik di Kalteng - SIMP Targetkan Rampung di Kuartal IV

NERACA Jakarta – Memacu kapasitas produksi crude palm oil (CPO), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) terus menambah pabrik baru.…