Olahraga Secara Rutin Bisa Cegah Cacat Saat Tua

Kehilangan kemampuan bergerak melakukan aktivitas sehari-hari merupakan masalah yang banyak dialami orang tua. Untuk mencegah masalah kemampuan gerak ini, peneliti menyarankan untuk mulai berolahraga secara rutin satu jam setiap minggunya.

Penelitian terbaru menunjukkan aktif secara fisik dapat membantu mencegah kecacatan atau penyakit sendi di hari tua. Ini merupakan studi sistematis pertama yang berhasil menemukan ukuran waktu minimum berolahraga untuk mencegah kecacatan.

Studi ini menyebutkan bahwa orang dewasa dengan gejala sendi yang mendapatkan setidaknya satu jam aktivitas fisik sedang hingga berat setiap minggu lebih mungkin bebas dari kecacatan setelah empat tahun dibandingkan yang tidak melakukan aktivitas fisik.

Studi yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine ini menganalisis orang yang berisiko tinggi mengalami kecacatan karena gejala ekstremitas bawah seperti sakit sendi atau mengalami kekakuan. "Penelitian ini fokus pada orang dewasa dengan rasa sakit, pegal-pegal, atau kaku pada persendian bagian bawah seperti pinggul lutut, pergelangan kaki, karena mereka berisiko tinggi mengalami kecacatan," kata peneliti profesor reumatologi Dorothy D. Dunlop, dikutip dari CNN.

Peneliti memonitor aktivitas fisik partisipan dengan menggunakan accelerometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang berolahraga setidaknya 56 menit per minggu memiliki risiko 86 persen lebih rendah mengalami penurunan mobilitas dibandingkan dengan mereka yang kurang berolahraga."Satu jam per minggu merupakan kegiatan cepat dan mudah diingat," ucap Dunlop.

Di sisi lain, Kesalahan yang dilakukan saat berolahraga dapat berujung pada penyakit kronis. Laporan terbaru dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat menyatakan tujuh dari sepuluh penyakit kronis paling umum dipengaruhi oleh aktivitas fisik secara teratur.

Agar olahraga tak jadi sia-sia dan tubuh mendapatkan manfaat yang seharusnya, hindari beberapa kesalahan yang paling umum berikut ini.

1. Tidak maksimal

Olahraga harus dilakukan dengan intensitas tertentu. Setiap orang disarankan untuk berolahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi. Sering kali orang berolahraga namun tidak mencapai intensitas ini. Dikutip dari CNN, tingkat intensitas setiap orang bervariasi berdasarkan tingkat kebugaran. Namun, pada umumnya seseorang yang sedang latihan aerobik pada intensitas sedang ditandai dengan dapat berbicara tapi tidak dapat bernyanyi. Pada intensitas tinggi, seseorang hanya dapat mengatakan beberapa kata karena terengah-engah.

Penguatan otot juga harus dilakukan secara berulang sampai sulit untuk melakukan pengulangan berikutnya. American College of Sports Medicine menyarankan satu set yang berisi delapan kali kekuatan otot dapat diulang hingga 12 kali. Selain itu, olahraga juga mesti terus berkembang jika sudah mencapai intensitas, jenis, atau durasi yang direkomendasikan.

2. Latihan terlalu spesifik

Memiliki lingkup latihan yang terlalu sempit atau hanya terpaku pada satu olahraga saja merupakan kesalahan yang banyak dijumpai. Olahraga yang terlalu spesifik ini menyebabkan beragam masalah yang muncul akibat gerakan berulang dan mengarah pada peningkatan cedera. Oleh karena itu penting untuk menggabungkan latihan kekuatan dengan keseimbangan dan fleksibilitas. Hal ini berguna untuk membangun atau mempertahankan kesehatan otot, tendon, dan sendi serta meminimalkan risiko cedera.

Penting pula untuk menyeimbangkan latihan pada semua otot seperti dada dan punggung, bisep dan trisep, paha belakang serta paha depan untuk menghindari rasa sakit dan menyebabkan cedera.

3. Terlalu memaksa

Berolahraga terlalu banyak dan terlalu cepat juga tak baik untuk tubuh. Hal ini merupakan penyebab utama dari nyeri otot dan cedera. Sering kali olahraga yang berlebihan ini muncul akibat tujuan dan jadwal yang tidak realistis.

Sebaiknya, mulailah dari aktivitas intensitas sedang lalu meningkat dengan perlahan. Perlu waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk membangun fondasi kardiorespirasi dan otot, sendi, serta tendon yang solid.

BERITA TERKAIT

Saatnya Laksanakan Pasal 33 UUD 1945 Secara Benar

Saatnya Laksanakan Pasal 33 UUD 1945 Secara Benar NERACA  Jakarta - Guru Besar Universitas Padjajaran Bagir Manan mengajak semua pihak…

Cegah Gizi Buruk - PEHA Integrasi Posyandu dan Bank Sampah

NERACA Jakarta - Pencegahan gizi buruk menjadi salah satu fokus program berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Phapros Tbk (PEHA) dengan…

Program B20 dan Kendaraan Listrik Bisa Terwujud Bersama

NERACA Jakarta – PT GESITS Technologies Indo, produsen sepeda motor listrik nasional GESITS, menilai penerapan program Biodiesel B20 dan kendaraan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Mengurai Fakta di Balik Sit Up Bisa Kecilkan Perut Buncit

Tak ada orang yang ingin punya perut buncit. Pasalnya perut buncit dianggap akan mengurangi penampilan seseorang. Hanya saja sayangnya, mengecilkan…

'Menyelamatkan' Stok ASI di Kulkas Ketika Listrik Padam

Ketika listrik padam, ibu menyusui langsung merasa panik. Apalagi mereka yang punya banyak stok ASI perah dalam lemari es. Bagi…

Berbagai Manfaat Telur Rebus untuk Kesehatan

Ada banyak cara untuk mengolah telur. Setiap cara pengolahan telur menawarkan manfaat kesehatan yang berbeda untuk tubuh. Merebus telur adalah…