Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dan pendidikan yang tinggi penting untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. "Pertumbuhan ekonomi berkualitas, salah satu kuncinya adalah memikirkan inklusivitas sosial," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/4).

Menurut dia, inklusivitas sosial adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada berbagai kalangan masyarakat terutama rakyat kecil di pedesaan dan daerah-daerah termarjinalkan untuk mengecap pendidikan setinggi-tingginya dan mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. BPS juga telah merilis bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2018 ini mencapai 71,39, meningkat 0,58 poin atau tumbuh 0,82 persen dibandingkan dengan 2017.

Peningkatan itu antara lain tercatat dari umur harapan hidup saat lahir yang meningkat dari 69,81 tahun pada 2010 menjadi 71,20 tahun pada 2018. Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Indonesia tumbuh 1,14 persen per tahun selama periode 2010-2018, sehingga pada 2018, secara rata-rata penduduk Indonesia usia 25 tahun ke atas mencapai 8,17 tahun, atau telah menyelesaikan pendidikan hingga kelas IX.

Selain itu, pada 2018, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp11,06 juta per tahun. Selama delapan tahun terakhir, pengeluaran per kapita meningkat sebesar 2 persen per tahun. Secara terpisah, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Berly Martawardaya mengatakan Indonesia perlu tumbuh di atas lima persen untuk bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Dalam diskusi Policy Center ILUNI UI di Jakarta, Kamis (11/4), Berly mengatakan meski kondisi global mengalami pelambatan belakangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat terus menurun sejak 2011 dengan tertinggi 6,5 persen, karena impor yang menurun. "Impor kita terus menurun karena sebagian besar dari barang tambang, sawit, dan karet, yang harganya tergantung global. Ini kurang sehat," katanya.

Menurut dia, untuk menjaga kestabilan ekonomi dibutuhkan sektor yang berkelanjutan seperti manufaktur yang menjadi motor pertumbuhan di Asia Timur. Sayangnya, Indonesia masih terkendala pada kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk bisa meningkatkan industri manufaktur. Sementara Vietnam dan Filipina mulai menyusul ekonomi Indonesia dengan mengembangkan industri manufaktur yang berorientasi pada keahlian SDM. "Kita sudah tidak bisa adu murah. Negara lain rela membayar lebih mahal kalau kualitasnya lebih baik," katanya.

Oleh karena itu, Berly menekankan perlunya mendorong daya saing sektor manufaktur Indonesia yang dinilainya masih akan menjadi pendukung utama ekonomi Indonesia ke depan. Menurut dia, manufaktur menjadi pilihan karena Indonesia masih butuh waktu untuk beralih dari industri berbasis bahan baku menjadi negara penghasil sektor jasa seperti Singapura.

BERITA TERKAIT

PERTUMBUHAN EKSPOR EMAS

Pedagang menata perhiasan emas yang dijual di Depok, Jawa Barat, Kamis (18/7/2019). BPS mencatat ekspor perhiasan dan permata produksi dalam…

INDUSTRI OTOMOTIF SAMBUT POSITIF PENURUNAN BUNGA - BI Prediksi Pertumbuhan Stagnan di Triwulan II

Jakarta-Kalangan industri otomotif menyambut positif penurunan suku bunga acuan. Pasalnya, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia bisa berdampak pada penurunan…

Survei BI : Pertumbuhan Kredit Baru Capai 78,3%

    NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2019…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…