Astra Agro Bagikan Dividen Rp 648 Miliar

NERACA

Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 45% dari laba bersih 2018 atau setara Rp648 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Utama Astra Agro Lestari, Santosa, RUPST telah menyetujui 45% dari laba bersih, atau Rp336 per saham dibagikan sebagai dividen tunai yang diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp112 per lembar yang telah dibagikan pada 19 Oktober 2018.”Sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan perseroan,”ujarnya.

Selain itu, RUPST juga menetapkan jajaran komisaris dan direksi AALI. Santosa menambahkan, perseroan akan terus berkomitmen fokus pada kemitraan dengan petani kelapa sawit di sekitar area perkebunan yang dikelola. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp 1,5 triliun. Jumlah tersebut lebih sedikit dari alokasi belanja modal tahun 2018 yang sebesar Rp 1,7 triliun. Hal ini disebabkan karena perseroan tidak terlalu ekspansif dalam pengembangan bisnis.

Disebutkan, dari alokasi dana belanja modal tersebut, sekitar 40% akan digunakan untuk perawatan pohon kelapa sawit yang belum menghasilkan. Selain itu, belanja modal juga akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas pabrik yang ada berada di Kalimantan. Selain itu, belanja modal ini juga akan digunakan untuk perawatan jalan kebun, jembatan, rumah karyawan, poliklinik, dan gedung sekolah di sekitar area kebun milik perusahaan.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto pernah bilang, kinerja AALI bakal cemerlang di 2019. "Emiten fokus mengembangkan pabrik baru agar memberikan performance maksimal. Orientasinya jangka panjang, tapi hasilnya tidak akan mengecewakan. Selain itu, dampak pembatasan ekspor, tidak terlalu berefek karena dari dalam negeri ada B20 untuk menyerap produksi dalam negeri," ujarnya.

Sementara analis NH Korindo, Joni Wintarja juga menambahkan, kinerja AALI sangat bergantung pada harga jual CPO. "Jadi tidak ada yang perlu dilakukan AALI. Kinerjanya sudah bagus. Tinggal tunggu harga CPO naik. Tahun 2019, ada kenaikan pada harga CPO dan semoga bisa terus naik sehingga kinerja emiten sawit seperti AALI bisa bagus," jelas dia.

Pada 2018, produksi minyak sawit ditopang oleh kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun-kebun inti sebesar 4,42 juta ton atau meningkat sebesar 12,1% dibandingkan 2017. Total volume transaksi pembelian TBS baik plasma atau KKPA maupun pihak ketiga meningkat 29,5% menjadi 5,15 juta ton pada 2018.

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…