Nilai Transaksi Harian Sepekan Naik 7,86%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sepekan, yaitu sebesar 7,86% menjadi Rp9,380 triliun dari Rp8,696 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian untuk data rata-rata volume transaksi juga mengalami kenaikan sebesar 0,84% menjadi 15,65 miliar unit saham dari 15,52 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Kemudian untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua di bulan April 2019 mengalami koreksi sebesar 1,05% ke level 6.405,866 dari 6.474,018 pada penutupan pekan lalu. Untuk data rata-rata frekuensi transaksi harian BEI selama sepekan turun sebesar 1,46% menjadi 398,62 ribu kali transaksi dari 404,52 ribu kali transaksi pada pekan lalu. Sedangkan untuk nilai kapitalisasi pasar juga mengalami pelemahan sebesar 1,03% menjadi Rp7.286,36 triliun dari Rp7.362,50 triliun pada penutupan pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sepanjang tahun 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp14,698 triliun dan pada hari ini, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,047 triliun. Sebagai informasi, IHSG paa perdagangan Jum’at (12/4) akhir pekan kemarin, ditutup melemah sebesar 4,30 poin atau 0,39% menjadi 6.405,86. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 0,50 poin atau 0,05% menjadi 1.008,46.”Pelaku pasar saham cenderung mengambil posisi wait and see menjelang pemilu sehingga pergerakan IHSG relatif mendatar dengan kecenderungan melemah," kata analis Indopremier Sekuritas, Mino.

Menurut dia, fokus pelaku pasar saham yang saat ini menginginkan pelaksanaan pesta demokrasi nanti berjalan kondusif adalah agenda pemilu."Sentimen eksternal relatif datar, saat ini fokusnya ke pelaksanaan pemilu hingga hasil hitung cepat," katanya.

Pelaku pasar saham, tambah dia, mengharapkan pemenang pemilu adalah pasangan calon yang menang di survei yang beredar agar tidak menimbulkan kekhawatiran."Kalau pasangan lain yang menang maka kita harus meraba-raba lagi programnya,"ujarnya.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah menyebutkan IHSG masih berkonsolidasi di tengah dinamika politik, menjelang pemilu yang tinggal menghitung hari.”Situasi global masih menantang, kendati masih adanya poin positif dari pembicaraan AS-China, ditambah pemilu yang diselenggarakan pekan depan, masih mendorong IHSG bergerak sideways cenderung melemah," katanya.

BERITA TERKAIT

Pabrik di Pati Dilalap Api - Garudafood Belum Taksir Nilai Kerugian

NERACA Jakarta – Musibah kebakaran yang terjadi di area gudang bahan kemasan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) di…

Berkah Permintaan Listrik Meningkat - Dividen Cikarang Listrindo Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) memutuskan untuk membagikan dividen…

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen NERACA Serang - Harga Gabah Kering Giling (GKG) pada tingkat petani…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…